Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Nov 2019 16:37 WIB

Vape Mau Dilarang, Ini Tanggapan Asosiasi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Penggunaan rokok elektrik dan vape diusulkan akan dilarang. Larangan tersebut diusulkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menanggapi pelarangan tersebut, Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) angkat bicara.

"Selama ini kami kesulitan memohon respon dari mereka sebetulnya. Kalau sekarang Kemenkes sangat semangat untuk mengatakan membahas tentang vape ya kami sebenarnya senang. Karena kami sudah menyampaikan itu sejak lama ke Kemenkes dan BPOM tapi nggak pernah ditanggapi. Kalau sekarang mereka tiba-tiba semangat membahas vape ya berarti bagus," kata Kepala Humas APVI, Rhomedal kepada detikcom, Senin (11/11/2019).

Namun, Rhomedal menegaskan bahwa jika memang pemerintah mau melarang rokok elektrik dan vape harus didasarkan dengan kajian, baik kajian ilmiah maupun kajian lainnya.

"Yang diharapkan dari asosiasi sebetulnya adalah Kemenkes itu membuat kajian, melakukan penelitian terlebih dahulu yang tidak didasarkan dengan opini atau sumber data yang menurut saya nggak tahu dari mana. Tapi yang seharusnya dilakukan oleh sebuah negara adalah melakukan kajian tersendriri, di Kementerian Kesehatan sendiri, coba dong. Makanya kenapa APVI menulis surat ke Kemenkes untuk serius melakukan kajian," jelas Rhomedal.



Sebelumnya, Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan usulan tersebut nantinya akan masuk dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

"Ya harus ada payung hukum. Kalau belum ada BPOM tidak bisa mengawasi dan melarang. Payung hukumnya bisa revisi PP 109," kata Penny saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Penny mengungkapkan, ada beberapa fakta ilmiah yang sudah ditemukan BPOM sekaligus menjadi dasar usulan pelarangan electronic nicotine delivery system (ENDS) di Indonesia. Bahkan, BPOM menemukan bahwa bahan baku vape mengandung senyawa kimia yang berbahaya.



Simak Video "Jangan Bawa Vape Kalau Berkunjung ke Negara Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com