Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Nov 2019 13:06 WIB

Ma'ruf Amin: RI Jangan Hanya Jadi Konsumen Produk Halal!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Maruf Amin bertemu Asosiasi Jepang-RI di Tokyo (Fida-detikcom) Foto: Ma'ruf Amin bertemu Asosiasi Jepang-RI di Tokyo (Fida-detikcom)
Jakarta - Pemerintah menargetkan ekonomi syariah bisa berkembang pesat di Indonesia. Hal ini karena mayoritas penduduk beragama muslim menjadi potensi yang besar untuk perkembangan ekonomi syariah.

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin menyebut konsep syariah dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

Menurut dia, ada sejumlah hal yang harus dilakukan agar pertumbuhan mempercepat pengambangan dan perluasan industri produk halal.

"Kita jangan menjadi negara yang jadi tukang memberikan sertifikat halal, memberi stempel halal produk, jangan hanya jadi konsumen produk halal!" kata Mar'ruf dalam pembukaan ISEF di JCC, Jakarta, Rabu (13/11/2019).



Dia mengungkapkan, Indonesia juga harus menjadi produsen produk halal yang dapat diekspor ke sejumlah negara.

Ma'ruf mengungkapkan untuk melaksanakan hal tersebut, pemerintahan Jokowi-Ma'ruf melakukan revisi Peraturan Presiden nomor 91/2016 tentang komite nasional keuangan syariah (KNKS) tentang keuangan syariah.

Yakni mengubah lingkup keuangan syariah menjadi ekonomi syariah. "Lalu ada perubahan struktur kelembagaan dengan Presiden sebagai ketua dan Wakil Presiden sebagai ketua harian dan perubahan-perubahan lain yang diperlukan," ujarnya.

Kemudian dengan perubahan tersebut juga ditargetkan Indonesia bisa mengejar negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim untuk meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah.

Misalnya Mesir saat ini sudah 9,5%, Pakistan 10,4% dan Malaysia 28,5%. Indonesia saat ini untuk keuangan mencapai 8,6% dan khusus untuk perbankan syariah 5,6^%





Simak Video "Kemenag dan Ombudsman Bersinergi Terkait Jaminan Produk Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com