Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Nov 2019 15:20 WIB

Garda Minta Aplikator Ojol Perketat Rekrutmen Driver

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Anisa Indraini Foto: Anisa Indraini
Jakarta - Aksi teror bom di Polrestabes Medan dilakukan oleh pelaku menggunakan atribut ojek online (ojol). Hingga saat ini, belum diketahui identitas pelaku benar-benar driver ojol atau bukan, karena faktanya atribut tersebut dijual bebas di masyarakat.

Untuk menghindari kejadian serupa, Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono meminta aplikator untuk memperketat penjualan atribut ojol.

"Kita harapkan ada peran serta dari perusahaan aplikasi untuk melakukan penjualan atribut. Kami sebagai mitra juga harusnya diperketat penjualan atribut agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Igun di Markas Garda, Jakarta, Rabu (13/11/2019).



Menurutnya, kejadian ini sangat meresahkan pengemudi ojol. Kata Igun, pengemudi ojol merasa tersudutkan karena atributnya dipakai untuk tindak kejahatan terorisme.

"Ini sudah sangat meresahkan. Akhirnya teman-teman ojol merasa sedikit tersudutkan bahwa atribut mereka digunakan untuk tindak kejahatan terorisme," ungkapnya.

Seperti diketahui bersama, saat ini atribut ojol sangat mudah didapat oleh siapa saja. Selain dari situs belanja online, beberapa kios di pinggir jalan juga ada yang menjualnya.



Simak Video "Kisah Driver Ojol di Bandung, Ngojek Sambil Gendong Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com