Benarkah Ahok Jadi Bos Pertamina, Pak Jokowi?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 14 Nov 2019 11:29 WIB
Foto: (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dikabarkan bakal memimpin salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ahok santer diisukan jadi bos di PT Pertamina (Persero). Apa kata Jokowi?

"Tanyakan ke menteri BUMN. Itu sangat teknis, tanyakan ke Menteri BUMN," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

Jokowi sendiri masih belum merinci secara detail di BUMN apa Ahok akan ditempatkan. Namun, kata Jokowi, Ahok bisa menjadi direksi maupun komisaris.


"Bisa dua duanya. Ini pakai proses seleksi. Masih dalam proses," jelasnya.

Lebih lanjut Jokowi menambahkan, Ahok memiliki kinerja yang cukup mumpuni. Namun, masih ada proses yang harus dilakukan oleh Kmenterian BUMN.

"Kita tahu kinerjanya. Nanti penempatannya di mana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN," katanya.


Kata Erick Thohir

Sementara itu Menteri Erick Thohir masih merahasiakan posisi Ahok di BUMN. Erick mengaku belum tahu posisi yang akan dijabat oleh Ahok di perusahaan milik negara.

"Belum tahu (bakal ditempatkan di BUMN apa), nanti kita lihat," kata Erick ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Jawaban yang sama juga dia lontarkan saat ditanya apakah Ahok bakal mengisi BUMN sektor energi. Erick juga sempat ditanya apakah Ahok bakal jadi Komisaris Utama di PT Pertamina (Persero). Lagi-lagi dia enggan buka-bukaan.


"(Kabarnya Komisaris Utama Pertamina?) saya nggak bisa komen," jawab Erick.

Namun saat ditanya perimbangan mengajak Ahok gabung ke BUMN, Erick sempat menyinggung-nyinggung sektor energi.

"Kita harapkan ada perwakilan-perwakilan yang memang punya track record pendobrak, tidak artinya salah dan benar tapi untuk mempercepat daripada hal-hal yang sesuai diarahkan yaitu, satu bagaimana menekan (impor) daripada energi ya kan," tambahnya.

Simak Video "Poyuono Yakin Jokowi Akan Reshuffle: Ahok Mungkin Jadi Menteri BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)