Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Nov 2019 12:24 WIB

Jokowi Curhat Sulitnya Tarik Pajak di RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Andhika Prasetia/detikcom Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa saat ini masih kesulitan mengumpulkan penerimaan dari sektor pajak dan PNBP. Oleh karenanya, dirinya memerintahkan kepada seluruh pejabat negara agar bisa menyerap belanja negara dengan lebih cepat.

Penyerapan belanja yang dilakukan pada awal tahun mampu memberikan dampak bagus terhadap perekonomian nasional.

"Karena sekali lagi, sekarang mengcollect yang namanya pajak, PNBP, bukan hal mudah. Sehingga berkali-kali saya sampaikan, memang collect more penting, tapi spend better harus! Fokus dan harus lebih baik," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Jokowi juga meminta kepada seluruh pejabat negara baik pusat maupun daerah bisa bekerja sama demi memajukan perekonomian tanah air.

"Bukan individu sendiri-sendiri. Ini kerja tim besar negara. Dalam rangka membawa kita pada sebuah tujuan nasional, agenda besar negara ini. Jangan sampai ada lagi ego sektoral, ego institusi, ego daerah. Endak. ini kerja tim. Sehingga hasilnya akan kelihatan," ujarnya.


Mantan Wali Kota Solo ini mengaku bahwa Pemerintah sudah memiliki pondasi yang cukup untuk memajukan perekonomian Indonesia. Pondasi tersebut adalah beragam infrastruktur yang sudah dibangun sejak lima tahun lalu.

Infrastruktur tersebut, lanjut Jokowi, harus dimanfaatkan oleh sektor pariwisata, industri, pertanian, perikanan. Salah satu misi besar Pemerintah adalah menyelesaikan Bali Baru, salah satunya Mandalika.

Di mana, Kementerian PUPR membangun jalan dan Pemerintah Daerah bertugas membebaskan lahannya. Meski demikian, Jokowi juga menitipkan mengenai pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang merupakan agenda prioritas utama selama lima tahun ke depan.

"Saya sudah wanti-wanti yang berhubungan pembangunan SDM, harus kongkret, entah mau cetak barista, teknisi coding. Kongkret dan skill SDM kita naik betul, bukan hanya dapat sertifikatnya. Ndak basa basi. Kita bertahun-tahun sudah lakukan itu. Saya akan kontrol, uang puluhan triliun bangun SDM akan menetas dan dapat skill dan peningkatan SDM," ungkapnya.



Simak Video "Proyek Hunian Palu Tak Standar, Danrem-Kapolda Sulsel Tegur Aplikator"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com