Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Nov 2019 18:46 WIB

Suntikan Dana ke Merpati Masih Mandek, Apa Sebabnya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Suparno Nodhor Foto: Suparno Nodhor
Jakarta - Upaya membangkitkan kembali PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dari 'mati suri' belum ada perkembangan hingga saat ini. Merpati disebut masih menunggu masuknya bantuan modal dari calon investor.

Setidaknya, ada PT Intra Asia Corpora yang sudah bertahun-tahun disebut siap menyuntik modal Rp 6,4 triliun ke maskapai pelat merah ini. Menurut Direktur Konstruksi Bisnis dan Manajemen Aset PT Perusahaan Pengelola ASet (PPA) Dikdik Permadi, hingga kini proses masuknya investasi masih mandek karena belum disetujui DPR soal privatisasinya.

"Sesuai anggaran dasar Merpati itu harus dapat setuju dari Menkeu lalu diajukan ke DPR, dan kemudian melakukan privatisasi. Sampai saat ini belum sampai ke DPR statusnya," ucap Dikdik, saat berbincang bersama wartawan, di Bandung, Kamis (4/11/2019).


Padahal menurut Dikdik apabila investasi tersebut masuk, Merpati kemungkinan akan sehat kembali. Pasalnya, sesuai dengan perjanjian perdamaian utang Merpati, penyelesaiannya disetujui melalui masuknya dana investor ke dalam perusahaan.

"Dalam penyelesaian utangnya akan ada investor masuk ke Merpati. Nanti ada perubahan komposisi modal, investor akan jadi pemegang saham mayoritas. Salah satu syarat pendahuluan adalah harus ada persetujuan dari DPR, kemudian baru privatisasi," papar Dikdik.

Patut diketahui, dalam catatan detikcom Merpati menanggung utang sampai Rp 10,7 triliun dari kreditur. Sementara, asetnya hanya Rp 1,2 triliun. Ekuitas maskapai pelat merah ini minus Rp 9 triliun.



Simak Video "Raos Euy! Cicipi Gulai Daging Merpati Khas Sumedang"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com