Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Nov 2019 13:58 WIB

Dubes Jepang ke Kantor Luhut, Bahas Investasi dengan RI?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross (Anisa Indraini/detikFinance) Foto: Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross (Anisa Indraini/detikFinance)
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan siang ini menerima Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii di kantornya, Jakarta.

Rombongan Kedubes Jepang untuk Indonesia tiba di kantor Luhut sekitar pukul 13.15 WIB, Jumat (15/11/2019). Belum diketahui apa yang dibahas dalam pertemuan keduanya.

Namun sebagai informasi, Jepang merupakan negara yang cukup giat berinvestasi di Indonesia. Belum lama ini saja, CEO Softbank Masayoshi Son resmi menyuntikkan modal ke Grab untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan startup di tanah air.


Modal yang disuntikkan ini pun dilakukan secara bertahap dan merupakan tambahan dari yang sebelumnya dilalukan. Nantinya, total investasi Softbank akan mencapai US$ 5 miliar selama tiga tahun ke depan.

Softbank memastikan akan menambah investasi sebesar US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun (kurs Rp 14.000) di Indonesia selama tiga tahun ke depan. Hal tersebut juga sudah disampaikan CEO Softbank Masayoshi Son saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Masayoshi mengatakan, dengan begitu total investasi dari perusahaan kelas kakap itu sebesar US$ 4 miliar.


"Kami telah menginvestasikan US$ 2 miliar di Indonesia. Kami akan menginvestasikan US$ 2 miliar lagi sebagai investasi baru," kata Masayoshi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).

Sementara itu, Luhut pernah mengatakan Presiden Jokowi meminta Softbank untuk menambah investasinya sebesar US$ 1 miliar, sehingga total yang akan diinvestasikan menjadi US$ 5 miliar. Dengan begitu tambahan investasi barunya sebesar US$ 3 miliar atau setara Rp 42 triliun.

"Sekarang sudah 2 miliar (dolar AS). Dia menambahkan lagi US$ 2 miliar, sebelumnya dengan Presiden dia menambahkan lagi mungkin US$ 1 miliar jadi mungkin bisa US$ 5 miliar dalam tiga tahun ke depan ini," kata Luhut.

Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com