Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Nov 2019 14:12 WIB

Penerimaan Bea dan Cukai hingga Oktober Capai Rp 155 T

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Penerimaan Bea dan Cukai per bulan Oktober tumbuh 7,92% atau mencapai Rp 155,4 triliun. Penerimaan tersebut mencakup 74,43% dari target APBN 2019 yakni Rp 208,82 triliun.

Secara rinci, penerimaan cukai per Oktober 2019 mencapai Rp 122,4 Triliun. Sedangkan, penerimaan bea masuk hanya mencapai Rp 30,16 triliun, dan penerimaan bea keluar hanya sebesar Rp 2,87 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, capaian cukai per Oktober 2019 cukup tinggi. Adapun faktornya karena pembasmian rokok dan minuman mengandung ethil alkohol ilegal.

"Perlu digaris bawahi indikator kenaikan penerimaan cukai ini karena pelaksanaan enforcement rokok ilegal dan minuman mengandung ethil alkohol, itu yang membuat penerimaan cukai cukup tinggi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, di Jakarta, Senin (18/11/2019).


Sedangkan, Sri Mulyani mengakui penerimaan bea masuk dan ke luar mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018. Untuk menggenjot dua penerimaan tersebut, pihaknya akan terus memberikan insentif fiskal.

"Bea keluar karena ada masalah policy seperti nikel, namun secara umum bea masuk alami kontraksi, ini yang merupakan suatu kondisi ekonomi yang kita hadapi dan terus kita kelola melalui insentif fiskal," tutupnya.

Simak Video "Anggaran Pendidikan Rp 508 T di 2020, Jokowi: Hati-hati Ini Duit Semua"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com