Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Nov 2019 14:17 WIB

Ahok Ditolak Serikat Pekerja Jadi Bos Pertamina, Istana Buka Suara

Andhika Prasetia - detikFinance
Fadjroel Rachman Foto: Andhika Prasetia/detikcom Fadjroel Rachman Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Kabar Basuki Tjahaja Purnama bakal jadi petinggi di PT Pertamina (Persero) menjadi perbincangan hangat sepekan terakhir. Sampai-sampai serikat pekerja Pertamina, melalui Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar, bersuara keras menolak pencalonan pria yang beken disapa Ahok itu.

Pihak Istana Presiden pun buka suara menanggapi hebohnya pencalonan Ahok.

"Pak Presiden hanya mengatakan bahwa pihak pemerintah terlibat dalam TPA (tim penilai akhir) sesuai dengan Perpres. Mengenai nama-nama yang diajukan, tidak ada satupun yang disampaikan kepada kami," ujar Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).


Fadjroel menjelaskan dalam TPA ada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan menteri sektoral terkait, serta perwakilan dari badan kepegawaian. Sedangkan soal aspirasi serikat pekerja diserahkan kepada Menteri BUMN.

"Praktis masukan dari semua, termasuk menteri terkait," kata Fadjroel.

Saat ditanya soal pernyataan politikus Gerindra, Fadli Zon, yang menyebut kedekatan Jokowi dan Ahok.

"Kami tidak bisa menjawab itu. Lebih baik ditanyakan kepada Pak Erick Thohir," tutur Fadjroel.


Sebagai informasi, Presiden FSPPB Arie Gumilar menilai Ahok merupakan sosok orang yang kerap buat keributan.

"Kita tahu perilaku Pak Ahok itu kan kata-katanya kasar, sering bikin keributan," kata Arie kepada detikcom, Jumat (15/11/2019).

"Pertamina ini perusahaan strategis, yang menjamin untuk seluruh rakyat dalam suplai BBM. Kalau di dalamnya nanti dibikin gaduh gimana bisa maksimal melayani masyarakat," sambung Arie.

Menurut Arie, Ahok tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (Permen) tentang syarat BUMN untuk menjabat di Pertamina, baik tingkat Komisaris maupun Dewan Direksi.

"Salah satunya di situ kan ada tidak punya masalah keterkaitan dengan masalah hukum, kemudian berperilaku baik," tuturnya.



Simak Video "Kabar Penolakan Jadi Bos Pertamina, Ahok: Hidup Gue Salah Melulu"
[Gambas:Video 20detik]
(dkp/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com