Pemerintah Tambah Utang Rp 384 Triliun dalam 10 Bulan

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 18 Nov 2019 17:35 WIB
Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Pemerintah tercatat sudah menarik utang sebesar Rp 384,52 triliun sampai akhir Oktober 2019 atau tercatat selama 10 bulan. Angka ini 107,03% dari target yang sebesar Rp 359,25 triliun.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan realisasi penarikan utang yang lebih besar dikarenakan risiko dari seretnya penerimaan negara.

"Kalau kita lihat pembiayaan dengan kondisi penerimaan seperti tadi, kondisi belanja negara seperti tadi maka kita lihat itu menjadi nggak penerimaan sepenuhnya nggak dicapai sesuai target," kata Suahasil di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019).

"Tapi pengeluaran harus tetap kita keluarkan untuk mencapai output-output tadi, untuk bayar gaji pegawai, belanja barang, belanja modal, dan sosial," tambahnya.

Suahasil menjelaskan, realisasi tersebut terdiri dari realisasi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 401,71 triliun atau 103,28% target APBN dan realisasi Pinjaman sebesar negatif Rp 17,19 triliun atau 57,88% target APBN.


"Ini juga untuk membuat supaya kita bisa tetap siap-siap," ujarnya.

Hingga Oktober 2019, penerimaan negara sudah terkumpul Rp 1.208,91 triliun atau 69,69% dari target Rp 2.165,11 triliun. Sedangkan realisasi belanja negara sudah Rp 1.797,97 triliun atau sudah 73,06% dari Rp 2.461,11 triliun.

Dengan realisasi tersebut, defisit anggaran sudah mencapai 1,80% terhadap PDB atau tipis dari target yang sebesar 1,84%.



Simak Video "7 Utang Pemerintah ke BUMN, Totalnya Capai Rp 108,48 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ang)