Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Nov 2019 11:39 WIB

Mampukah Ahok dan Chandra Hamzah Sikat Korupsi di BUMN?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Ahok di Lapangan Banteng (Youtube/Panggil Saya BTP) Foto: Ahok di Lapangan Banteng (Youtube/Panggil Saya BTP)
Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan eks petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah bakal menjadi petinggi di BUMN. Keduanya dinilai sebagai sosok yang keras terhadap korupsi.

Namun yang jadi pertanyaan apakah keduanya mampu memberantas praktik korupsi di BUMN?

Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah berpendapat, kalau pun kedua orang itu ditempatkan di BUMN tidak akan bisa menyelesaikan masalah korupsi secara menyeluruh.

"Tidak akan bisa menyelesaikan, ya, Pak Ahok, Pak Chandra itu akan ditempatkan paling di satu atau salah dua BUMN. Berarti kan tidak ditempatkan dalam rangka untuk menyelesaikan seluruh BUMN ya," kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (19/11/2019).



Sementara BUMN sendiri jumlahnya ada 142. Tentu keduanya tidak bisa diharapkan terlalu banyak untuk menangani masalah korupsi di BUMN.

"Tidak jaminan, orang dia cuma berdua baru," sebutnya.

Dia juga belum bisa menilai strategi apa yang sedang coba dibangun oleh Erick Thohir dengan menempatkan kedua orang tersebut. Apakah benar untuk membersihkan BUMN, dia juga belum bisa menyimpulkan.

"Ya ini strateginya apa, bersih-bersih atau apa, atau membangun yang seperti apa sehingga kita akan melihat posisi Ahok dan posisi Pak Chandra itu akan seperti apa di dalam strateginya, perannya apa," tambahnya.



Simak Video "Pengakuan Ahok: Nyaris Gabung Perusahaan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com