Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Nov 2019 13:08 WIB

Mal Sepi, Pengusaha Ritel Salahkan Ganjil Genap

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Beberapa pusat perbelanjaan dikabarkan sepi pengunjung. Pengusaha ritel pun mengeluhkan kebijakan pemerintah yang turut berkontribusi pada sepinya pusat perbelanjaan.

Ketua Bidang Ritel Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Tutum Rahanta menjelaskan, kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait ganjil genap yang berlaku di beberapa jalan di Ibu Kota. Setidaknya hal itu dirasakan oleh beberapa pusat perbelanjaan yang lokasinya dilalui oleh jalur ganjil genap.

"Untuk lokasi tertentu pusat belanja adalah sangat diperparah aturan pemerintah contoh ganjil genap," ujarnya kepada detikcom, Rabu (20/11/2019).


Menurut Tutum beberapa pusat perbelanjaan mengalami penurunan pengunjung lantaran kebijakan itu. Sebab kebijakan itu mempengaruhi keinginan para konsumen untuk mengunjungi pusat perbelanjaan.

"Banyak pusat belanja terpengaruh, begitu orang mengurangi datang, jadi sepi. Ini memang membahayakan gara-gara kebijakan bisa membunuh," tegasnya.

Meski begitu, menurut Tutum sepinya beberapa pusat perbelanjaan harus dilihat dari berbagai hal. Ada pusat belanja yang sepi lantaran perubahan perilaku konsumen yang kini serba online.

"Memang yang tercepat yang pengaruhi perilaku konsumen mereka. Muncul zona nyaman untuk yang bisa melakukan belanja tanpa harus mengunjungi tempat belanja. Hal yang lain pertempuran bisnis juga," terangnya.

Pusat belanja yang dimaksud semacam ITC yang menjual produk-produk tertentu seperti elektronik. Berkembangnya e-commerce membuat pola transaksi produk tersebut bergeser.

Banyak juga dari para pedagang yang juga beralih menjual produknya secara online. Sehingga apa yang terlihat secara kasat mata belum tentu mempengaruhi pedagang.

"Kan dilihat pertambahan pusat perbelanjaan baru bisa dibilang tidak ada. Mereka (para pedagang) juga tidak menambah toko. Mereka hanya punya 1 toko untuk semacam showroom, lebih banyak jual lewat online," terangnya.


Tutum menambahkan ada juga pusat perbelanjaan yang sepi lantaran semakin besarnya pembelian melalui aplikasi layanan antar jemput seperti Go-Jek dan Grab. Perusahaan itu melayani jasa perwakilan untuk belanja, terlebih untuk produk kuliner.

Meski begitu, Tutum selaku pengusaha juga mengakui bahwa ada pengaruh dari situasi ekonomi saat ini. Meskipun hal itu tidak menjadi faktor utama.

Simak Video "Gegara Corona, Anies Cabut Sementara Kebijakan Ganjil-genap"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com