Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Nov 2019 14:35 WIB

Mau Akhir Tahun, Bulog Baru Serap Beras Petani 63,6%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Hingga akhir tahun 2019 Perum Bulog memiliki tugas untuk menyerap beras petani rakyat sebanyak 1,8 juta ton. Namun, per 18 November 2019, realisasi penyerapan atau pengadaan beras baru tercapai 1,14 juta ton atau 63,6% dari target.

"Pengadaan beras dalam negeri per 18 November 2019 kemarin sebanyak 1,14 juta ton," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Buwas mengatakan, tersendatnya penyerapan beras petani rakyat disebabkan oleh penyaluran beras Bulog yang juga terhambat.


Dengan penyaluran yang terhambat, maka beras Bulog memenuhi gudang hingga tak cukup lagi untuk ditambahkan dengan serapan beras baru.

"Kami kesulitan kalau beras tidak tersalur dan juga gudang kita penuh. Lalu kita tidak bisa serap lagi," ungkap Buwas.

Selain itu, Bulog juga terlilit utang dari bunga komersial penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP). Ketika menyerap, Bulog meminjam uang ke bank sebagai modal. Utang tersebut pun menyebabkan Bulog kesulitan menyerap beras petani rakyat.



Perlu diketahui, untuk menyerap 1,8 juta ton Bulog memerlukan modal Rp 18 triliun.

"Target tahun 2019 penyerapan 1,8 juta ton seharusnya. Kenapa kami hanya bisa 1,14 juta ton itu bukan karena kami tidak mau. Tetapi kami terbebani utang dan sampai hari ini belum ada jaminan pengganti uang itu," papar dia.





Simak Video "Beras Bulog Terancam Busuk, Buwas Akan Jadikan Ethanol"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com