Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 24 Nov 2019 06:30 WIB

Lipsus Bisnis Tukang Parkir

Raup Cuan dari Parkiran

Hendra Kusuma - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Hendra Kusuma - detikcom
Jakarta - Masih banyak yang tidak tahu bahwa bisnis parkir punya potensi yang besar. Sebagian masyarakat masih memandang sebelah mata profesi tukang parkir. Padahal kantongnya tidak kalah tebal, bahkan bisa lebih tajir dari pekerjaan kantoran.

Potensi bisnisnya besar. Buktinya bisa membuat banyak pihak rebutan lahan parkir, bahkan sampai beradu fisik, baku hantam, hingga tawuran antar kelompok.

detikcom pun beberapa waktu lalu mendapat kesempatan menyambangi beberapa pengelola bisnis parkir, baik yang resmi maupu tidak resmi. Mulai dari yang di dalam gedung maupun yang berada di pinggir jalan.

Direktur Utama PT Panca Karya Putra Griya Tama, Ganyong menyebut potensi parkir memang besar. Perusahaannya yang mengelola lahan parkir di salah satu pasar di Tangerang ini bisa mendulang cuan besar setiap bulan. Ganyong mengaku perusahaannya bisa meraup omzet Rp 3 juta tiap hari atau rata-rata Rp 90 juta sebulan.

Menurut Ganyong, lahan parkir yang dikelolanya ini mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 3 juta setiap harinya atau Rp 90 juta setiap bulan. Hasil yang didapatnya ini bisa lebih besar jika sistem parkiran yang diterapkan lebih baik lagi.

"Kita di sini retribusi tarif parkirnya yang paling rendah, kita di flat, motor itu mau dua hari, satu jam, dia mau nitip motor tetap Rp 2.000, sama begitu pun mobil flat Rp 3.000, becak juga, becak Rp 1.000 perak itu pun yang bawa barang, kalau yang nggak bawa barang ya misi (permisi/gratis) aja," kata dia kepada detikcom.

Dia melanjutkan bahwa ke depan sistem parkirannya akan lebih ditingkatkan dengan memasang gerbang agar lebih jelas masuk dan keluarnya kendaraan yang datang ke pasar. Yang penting adalah setiap kendaraan yang masuk dipastikan membayar retribusi.

Dengan memasang gate, dia pede bisa omzet meningkat jadi Rp 5-Rp 6 juta setiap harinya. Pasalnya, dengan sistem yang sudah ada saat ini dirinya mencatat bahwa pengendara yang tidak membayar retribusi hampir setengahnya dari yang membayar.

"Bisnis parkir itu menjanjikan, jangan lihat murahnya tapi kuantitasnya, makanya banyak orang yang gara-gara uang seribu pada bacok-bacokan, karena itu parkiran itu menjanjikan," jelasnya.

(hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com