Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Nov 2019 15:49 WIB

Mentan Sebut Impor Bukan Barang Haram, Tapi...

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo/Foto: Lamhot Aritonang Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo/Foto: Lamhot Aritonang
Makassar - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut impor pertanian bukanlah sesuatu yang haram dilakukan. Namun, ada syaratnya jika pemerintah akhirnya harus melalukan impor.

"Impor itu bukan barang haram kalau semua upaya sudah dilakukan kalau masih ada upaya kenapa (tidak)," kata Syahrul di Makassar, Sulsel, Selasa (26/11/2019).

Dia mengatakan ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil pertanian di Indonesia. Faktor-faktor semisal cuaca, hama, bahkan bencana adalah faktor yang tidak bisa diprediksi langsung.

"Pertanian itu tergantung cuaca, hama bahkan bencana. Kita belum tahu besok, kalau analitik teknokratik perkembangan agro klimaks insyaallah, kecuali ada serangan hama itu pun sudah direkomendasikan semua," kata dia. kata dia.


Syahrul juga menyinggung soal dampak kekeringan yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, efek kekeringan ini akan menyebabkan produksi pertanian akan minus di November dan Desember.

"Tetapi kita akan tutup itu mulai panen lebih besar Januari, sudah tidak minus, Februari, panen raya Maret. Oleh karenanya sisa cadangan yang ada Insyaallah akan memberi daya tahan kita," terangnya.

Ke depannya, dengan penggunaan citra satelit maka pihaknya sudah dapat memprediksi daerah daerah yang bakal melakukan panen.

"Tinggal mana citra satelit itu, IT itu kita kalibrasi dengan pendekatan lapangan yang ada. Jadi dua duanya harus main," tegas dia.

Mahasiswa Ajukan KUR

Selain itu, Syahrul juga mendorong mahasiswa terjun langsung dalam industri pertanian. Sumber pembiayannya bisa dengan mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp 50 juta per kepala.

"Sekarang kami mau tanam berapa, yang tidak boleh itu kau jual lagi. Kalau ditanam, apalagi untuk memberi trigger, memberi stimulan," kata Syahrul di Makassar, Sulsel, Selasa (26/11/2019).

"Anak anak mahasiswa kita mau jadi insinyur yang sekaligus. tidak hanya punya teori tapi juga sudah pernah merasakan pahit getirnya melakukan pertanian dan kita support," lanjut Syahrul.

Tidak hanya bibit, bantuan berupa insentif pun disiapkan oleh pihaknya, asalkan, kata Syahrul ada program yang jelas yang ditawarkan.

"Bukan hanya bibit tapi mensupport untuk mendapatkan KUR juga kita lakukan. 1 orang bisa dapat Rp 50 juta. Syaratnya kamu ada lahan tidak? Ada Program enggak untuk itu, dia cuman butuh rekomendasi dari bupati, butuh gubernur," terangnya.

Simak Video "Target 100 Hari Kerja Mentan Syahrul: Seragamkan Data Pertanian"
[Gambas:Video 20detik]
(fiq/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com