Gaspol Mau Ikutan Gojek-Grab 'Bakar Uang' Demi Rebut Penumpang?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 27 Nov 2019 17:57 WIB
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Gaspol muncul menjadi salah satu aplikasi penyedia transportasi online pendatang baru. Namun, dominasi Gojek dan Grab masih tak terbantahkan dalam dunia transportasi online.

Apalagi kalau sudah urusan membakar uang untuk promo. Lantas, apakah Gaspol akan melakukan promo gila-gilaan alias 'bakar uang' macam Gojek dan Grab?

CEO PT Gaspol Angkasa Surya, Salim Rianto menyatakan bahwa Gaspol kemungkinan belum melakukan promosi seperti itu. Pihaknya, khawatir dengan promo gila-gilaan dan membakar uang dapat mengubah skema bagi hasil dengan para pengemudi.

"Kemungkinan sementara ini belum ada wacana seperti itu. Itu kayaknya jadi pacuan kurang bagus, mungkin bakal menimbulkan ketidakpastian buat rider gaspol sendiri," ucap Salim kepada detikcom, Rabu (27/11/2019).
Gaspol sendiri mengambil komisi 20% dari pendapatan pengemudi sekali narik. Dari komisi tersebut 2% diantaranya dikembalikan ke pengemudi dalam bentuk tabungan.

"Takutnya juga kalau bakar-bakar gitu nanti skemanya diubah ketidakpastian buat driver. Tujuan kami kan sejahterakan driver," ujar Salim.

Salim juga mengakui dukungan keuangan perusahaan pun belum siap untuk melakukan bakar-bakar uang. Salim yakin dengan cara promosi yang dilakukan pihaknya sudah tepat. Dia juga mengatakan perusahaan sedang membangun kepercayaan publik.

"Dukungan keuangan juga, kita kan memang belum ada investor dari luar untuk perkuat keuanga. Sementara ini kami masih melakukan dengan cara kami dulu," kata Salim.

"Sekalian kami membangun perusahaan dulu, supaya Gaspol bisa diterima dulu oleh khalayak banyak dari segala elemen," tambahnya.
Promo yang hingga kini dilakukan pihak Salim sendiri berupa tarif murah RP 5 ribu per 5 kilometer. Selain itu, kostum yang 'nyentrik' juga menjadi sarana pihaknya mempromosikan diri.

Gaspol sendiri identik dengan ojek berjaket merah menyala. Yang unik, atribut helm Gaspol memiliki aksen kilatan petir macam superhero Gundala.

"Promo kita juga kan udah ada yang Rp 5 ribu per 5 kilometer. Kita juga gunakan kostum untuk menarik minat masyarakat, jaket merah dan helm petir," imbuh Salim.

Simak Video "Ini Permintaan Pemkot Bandung Sebelum Ojek Online Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)