Kegagalan MatahariMall Sudah Tercium Sejak Tahun Lalu

Tim Detikcom - detikFinance
Kamis, 28 Nov 2019 15:40 WIB
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor Ii
Jakarta - Bos Lippo Group Mochtar Riady mengungkapkan kegagalan yang terjadi pada salah satu lini bisnisnya, MatahariMall.com, dalam acara Indonesia Digital Conference (IDC) 2019 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/11/2019).

Mochtar menjelaskan, MatahariMall tidak mampu memposisikan bisnisnya, apakah ingin menjadi retail di ranah online atau menjadi marketplace seperti e-commerce lainnya.

"Dia lupa sebenarnya MatahariMall.com itu perlu memposisikan diri sendiri, apakah itu buka toko di internet atau itu adalah bangun pasar di internet. Ini mesti jelas. Baik dalam pembukaan toko maupun membangun pasar intinya adalah barang dagangan, bukan teknisinya itu," jelas Mochtar.

Soal kegagalan MatahariMall sebenarnya telah terdengar sejak tahun lalu. Berdasarkan catatan detikcom, sebelumnya beredar informasi mengenai tutupnya MatahariMall.com, hanya saja pada saat itu pihak MatahariMall.com menyangkalnya.


Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, CEO MatahariMall Hadi Wenas menanggapinya dengan santai.

"Gak benar kalau tutup, coba saja buka. Masih ada kok," kata Hadi saat dihubungi detikcom, Rabu (21/11/2018).

Selain dikabarkan tutup, ada pula yang menyebut MatahariMall.com bakal melebur dengan Mataharistore.com. Namun kabar tersebut juga disangkal oleh Hadi.

"Lebur juga nggak. PT-nya masih beda," jawabnya.


"(Sifatnya) kerja sama lebih erat. Merchants kita, mau kita bantu daftarin ke MDS (Matahari Departemen Store) jadi bisa omni channel," jelas Hadi.

Hadi mengatakan, situs MatahariMall berganti baju sebagai Matahari.com. Dengan perubahan ini, MatahariMall.com akan sekaligus menjadi tempat memamerkan produk-produk Matahari Departement Store.

"MatahariMall.com merupakan perusahaan e-commerce pertama di Indonesia yang memiliki kapabilitas O2O (Online to Offline) di seluruh wilayah Indonesia, dan merupakan proses yang alami bagi Matahari, di bawah satu merek, Matahari.com, untuk melanjutkan pengembangan opsi ini bagi pelanggan untuk berbelanja produk fashion tanpa batasan baik secara online maupun offline," urai Hadi Wenas.

Menurutnya, sinergi ini akan membuat MatahariMall.com dengan kecanggihan teknologinya dan Matahari dengan pengalaman ritel fashion-nya, bisa bekerja sama dengan lebih efektif demi keuntungan pelanggan.


Kegagalan MatahariMall Sudah Tercium Sejak Tahun Lalu


Simak Video "Perdana di Lantai Bursa, Miniso Cuan Hampir 9 Triliun Rupiah!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)