Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Nov 2019 22:45 WIB

Genjot Investasi, Jokowi: Tanpa Omnibus Law, 50 Tahun Nggak Selesai

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: (Andhika Prasetia/detikcom) Foto: (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan revisi puluhan undang-undang (UU) tidak akan bisa selesai dalam waktu 50 tahun. Oleh sebab itu pemerintah menggulirkan program omnibus law alias penyatuan aturan yang memudahkan upaya menarik investasi masuk ke Indonesia.

"Menarik FDI (foreign direct investment) dengan perbaikan iklim investasi yang real, kalau kita satu-satu mengajukan revisi UU, 50 tahun nggak akan selesai, kata Jokowi saat acara pertemuan tahunan Bank Indonesia 2019 di Artpreneur Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Dalam UU omnibus law yang sedang dirancang pemerintah akan merevisi sekaligus 74 UU yang selama ini dianggap menghambat laju investasi.


Jokowi pun meminta bantuan DPR agar memperlancar proses pembahasan omnibus law tersebut.

"Mohon didukung, jangan dilama-lamain, jangan disulit-sulitin, karena ini sekali untuk cipta lapangan kerja, ada 74 UU yang sudah kita teliti satu-persatu kita gabung kita minta direvisi secara berbarengan bersama-sama," jelas dia.

Jokowi menambahkan jika omnibus law cipta lapangan kerja rampung maka para pelaku usaha akan lebih mudah investasi.

"Dan tetap optimis. Jadi jangan ada yang sampaikan wait and see. Kalau mau investasi, investasi karena kita akan perbaiki iklim investasi itu," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.



Simak Video "Isu BPJS-Omnibus Law Jadi Bahasan di Munas Golkar"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com