Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Nov 2019 11:40 WIB

Laporan dari London

Kapal Titanic Tenggelam, Awal Mula Negara-negara Maritim Bersatu

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Replika patung kapal besar di depan kantor pusat International Maritim Organization (IMO) di London mencuri perhatian. Setengah badan kapal dengan seorang nakhoda di dekat ujung haluan mengingatkan pada sebuah adegan di film Hollywood populer tahun 90an, Titanic.

Kejadian tenggelamnya Kapal Titanic pada 14 April 1912 ternyata menjadi benang merah terbentuknya IMO. Peristiwa tenggelamnya kapal Titanic menjadi salah satu tragedi pelayaran paling mengerikan sepanjang sejarah. Status kapal White Star 'Titanic' yang paling terkenal di dunia dalam beberapa jam berubah menjadi nama yang selalu dikaitkan dengan bencana.

Mengutip publikasi IMO, Jumat (28/11/2019), saat itu diketahui setiap negara punya aturan sendiri-sendiri mengenai standar rancangan kapal, konstruksi hingga peralatan keselamatannya. Hal ini akhirnya melatarbelakangi pembentukan IMO, badan khusus PBB yang bertanggung jawab atas begitu banyak perbaikan keselamatan maritim yang membuat pengiriman hari ini jauh lebih aman daripada pada masa tragedi Titanic.

Isu bagaimana memastikan standar yang bisa diterima bersama untuk kapal-kapal dari yurisdiksi yang berbeda pun semakin penting saat perdagangan global terus meningkat. Cara terbaik guna meningkatkan keselamatan di laut disepakati bisa diatur lewat pengembangan peraturan internasional yang akan diterapkan oleh semua negara maritim.

Setelah bencana Titanic tahun 1912 yang menyebabkan adopsi, dua tahun kemudian, konvensi keselamatan hidup di laut internasional pertama atau SOLAS dilakukan. Itu adalah konvensi pertama yang menetapkan aturan internasional yang mengatur keselamatan pengiriman, seperti memastikan kecukupan jumlah sekoci dan lifejackets yang disediakan untuk semua orang di atas kapal.

Namun, sebagian besar negara pengiriman saat itu masih memiliki hukum maritim mereka sendiri. Secara umum situasi ini diyakini dapat merusak keselamatan pengiriman di tingkat global. Tidak hanya standar yang berbeda, tetapi beberapa bahkan punya standar yang jauh lebih tinggi daripada yang lain.

Pemilik kapal yang menganggarkan sedikit uang untuk keselamatan memiliki benefit ekonomi lebih dibandingkan saingan mereka yang lebih berhati-hati. Hal ini menjadi ancaman bagi upaya peningkatan keselamatan dalam pengiriman.

IMO pun didirikan dengan sebuah konvensi yang diadopsi di Jenewa pada tahun 1948. Konvensi tersebut sepakat mulai memberlakukan aturan sepuluh tahun kemudian atau dikenal dengan pertemuan IMO perdana yang diadakan pada tahun 1959.

Aturan yang paling penting saat pertemuan perdana tersebut adalah pengembangan standar internasional untuk menggantikan banyaknya undang-undang nasional tiap-tiap negara. Mulai dari aturan-aturan lalu lintas maritim internasional, pengangkutan barang berbahaya hingga merevisi sistem pengukuran tonase kapal.

Meskipun ada peningkatan besar dalam keamanan maritim sejak kecelakaan Titanic, namun masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan. Hal inilah yang terus dibahas dalam setiap pertemuan negara-negara anggota IMO.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Menhub Prediksi Puncak Arus Balik Nataru 1 Januari 2020"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com