Antara Anies, Macet Jakarta, dan Jokowi Pindahkan Ibu Kota

Hendra Kusuma, Arief Ikhsanudin - detikFinance
Jumat, 29 Nov 2019 12:14 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjebak macet hingga tak bisa bergerak atau stuck sampai 30 menit di Jakarta. Dia membagikan pengalamannya ketika terjebak macet setiap 30 menit sekali saat menuju lokasi acara Bank Indonesia kemarin malam.

"Tadi ke sini macet, setengah jam berhenti betul, berhenti, setengah jam berhenti," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (28/11/2019) malam.

Dengan kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta, Mantan Wali Kota Solo ini menilai menjadi salah satu alasan pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur.

"Ya itulah kenapa Ibu kota dipindah, dan karena alasan yang banyak lainnya," tegas Jokowi.

Jokowi sendiri pada tanggal 26 Agustus 2019 telah mengumumkan bahwa lokasi ibu kota negara akan ada di Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanaegara Provinsi Kalimantan Timur.

Pengumuman ini dilakukan Jokowi usai menerima dua kajian yaitu soal hasil kajian struktur tanah dan dampak ekonomi dari pembangunan ibu kota baru. Sebanyak dua kajian itu diberikan oleh Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada Jumat tanggal 23 Agustus 2019.


Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mengetahui lokasi kejadian Jokowi yang kena macet.

"Nanti saya cek dulu ya, persis titiknya di mana," ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019).

Menurut Anies, ada beberapa lokasi yang sering menjadi titik kemacetan. Untuk itu, dia tidak mau berspekulasi penyebab kemacetan yang dialami oleh Jokowi.

"Jadi insiden-insiden begitu sering terjadi tuh. Ada 1-2 ruas jalan yang macet. Tapi saya cek dulu, baru saya kasih keterangan," kata Anies.



Simak Video "Anies Pertanyakan Soal Framing Kebijakan yang Intoleran di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)