Yang Perlu Kamu Pahami di Balik Mengkilapnya Investasi Emas

Yakob Arfin - detikFinance
Sabtu, 30 Nov 2019 07:15 WIB
Foto: REUTERS
Jakarta - Sebagai salah satu instrumen investasi, emas memiliki sejumlah keunggulan dibanding instrumen investasi lain. Emas memiliki nilai yang cenderung naik, mudah dijual atau dijadikan sebagai agunan.

Logam mulia juga merupakan aset yang nyata, tak mudah terkorosi, serta punya daya tahan terhadap inflasi dan mudah disimpan.

Kepala Departemen Operasi Divisi Produk Emas Pegadaian Heri Prasongko mengatakan dalam melakukan sebuah investasi, ada baiknya masyarakat harus memahami terlebih dahulu apa tujuan dan faedahnya berinvestasi emas.

"Pertama kita harus tahu tujuannya apa, untuk apa sih investasi ini? Harus tahu resikonya serta keunggulannya baik itu investasi di emas maupun instrumen lain. Bukan ikut-ikutan tren. Kesadaran penuh atas pengetahuan instrumen investasi adalah hal penting," kata Heri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Heri pun menjelaskan jika masyarakat memang ingin berinvestasi emas, maka pilihlah lembaga yang terpercaya.

"Kalau ingin investasi emas, pilihlah tempat atau lembaga-lembaga yang terpercaya sehingga tidak merugikan masyarakat yang akan berinvestasi," tegasnya.


Kepastian lembaga dapat memberi keamanan bagi masyarakat jika ingin mencairkan kembali emas ke dalam bentuk uang di kemudian hari.

"Emas itu aman nggak sih untuk investasi? Salah satu kuncinya tadi adalah di mana tempat membeli emasnya. Kualitas emasnya, kadar emasnya, berat emasnya terjamin atau tidak. Itu yang harus dipastikan terlebih dahulu oleh masyarakat," jelas Heri.

Sementara itu, Pegadaian sebagai salah satu BUMN atau lembaga keuangan yang diawasi di bawah pengawasan OJK memfasilitasi masyarakat untuk berinvestasi emas secara aman, mudah dan terjangkau.


"Kami kelola secara aman dan profesional, kami melindungi investasi masyarakat tersebut dengan sistem keamanan yang tinggi," terangnya.

Meski emas termasuk dalam salah satu investasi jangka panjang yang menjanjikan, namun Heri menyarankan kepada masyarakat untuk tidak menunda jenis investasi ini jika sudah memiliki dana.

"Jangan menunda atau menunggu. Kalau bisa tunai, beli yang tunai. Kalau tujuannya investasi lebih baik membelinya dalam bentuk batangan yang diproduksi perusahaan bersertifikasi seperti Antam maupun UBS. Sehingga kalau mau dijual kembali harganya tidak mungkin jatuh. Kalau beli di produsen yang tidak jelas atau toko yang tidak jelas, bukannya untung malah jadi tidak aman dan rugi," pungkasnya.


Yang Perlu Kamu Pahami di Balik Mengkilapnya Investasi Emas


Simak Video "Hari Ini, Harga Emas Tembus Rp 1 Juta/Gram"
[Gambas:Video 20detik]
(ujm/ujm)