Gaikindo Turunkan Target Penjualan di Tahun 2006
Kamis, 17 Nov 2005 23:46 WIB
Jakarta - Melihat turunnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menurunkan target penjualannya. Jika pada 2005 ini menargetkan 550 ribu unit, maka pada 2006 mendatang ditargetkan 500 ribu unit."Target untuk tahun depan dengan belum adanya PPnBM kita targetkan penjualan sebesar 500 ribu unit. Atau ada penurunan 9 persen," kata Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (17/11/2005).Menurut Bambang, target tersebut optimis dapat dicapai jika bank tidak menghambat kredit. Selain itu, faktor lainnya seperti harga minyak dunia turun, action rate dibawah Rp 10 ribu, pertumbuhan ekonomi 5,5 persen hingga 6 persen, serta lending rate tidak sampai di atas 20 persen.Bambang menjelaskan penurunan target tersebut disebabkan karena Gaikindo Prudent (berhati-hati) untuk membuat target ke depan. Hal ini mengingat Gaikindo dahulu selalu menargetkan yang tinggi sehingga membuat orang melakukan penyetokan. "Namun kita juga punya angka pesimis target penujalan mobil di tahun 2006 sebanyak 400 ribu unit. Jika syarat-syarat tersebut tadi tidak tercapai," jelas Bambang.Mengenai PPnBM, Bambang menjelaskan, kebijakan tersebut akan ditinjau kembali. Karena saat ini kondisi industri kendaraan bermotor sudah sangat berat dengan kenaikan BBM lalu. Sementara itu Wakil Ketua Gaikindo, Rizwan Alamsjah memaparkan realisasi penjualan kendaraan di bulan Agustus sebanyak 50 ribu unit, September 44 ribu unit, dan pada Oktober turun menjadi 35 ribu unit."Diperkitakan ke depan, penjualan kendaraan bermotor kecenderungannya turun dan diperkirankan akan mulai menggeliat lagi pada Maret 2006," ujar Rizwan yang juga juga direktur pemasaran Mitsubishi.Menurut Rizwan, hal ini disebabkan waktu recovery dampak kenaikan BBM butuh waktu 6 bulan. Sementara itu akibat inflasi mencapai 17 persen, membuat suku bunga untuk kendaraan bermotor naik.Rizwan juga menjelaskan, untuk penjualan Mitsubishi juga terjadi penurunan. "Di bulan September dapat menjual 7.700 unit. Oktober 5.900 unit, sementara untuk November diperkiakan akan tetap turun," paparnya. Menurutnya untuk untuk mengeliatkan kembali penjualan kendaraan bermotor adalah dengan mengenmbalikan kembali suku bunga kredit ke level 10-12 persen.
(ary/)











































