Naiknya Harga Bawang hingga Telur Bikin November Inflasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 02 Des 2019 11:27 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kenaikan sejumlah bahan pangan membuat inflasi Oktober menjadi 0,14%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga bawang merah memicu inflasi pada bulan kemarin.

"Kenaikan harga bawang merah 0,07% andilnya, tomat sayur 0,05%, daging ayam ras 0,03%, kemudian telur ayam ras 0,01%" ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2019).

Selain itu, beberapa beberapa komoditas sayuran dan buah-buahan juga menyumbang inflasi dengan andil yang tipis 0,01%. Sedangkan untuk makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasinya 0,25% dengan andil 0,04%.

"Rokok di level konsumen sudah mulai naik, bulan lalu juga sudah menyumbang. Jadi sebetulnya sudah naik pelan-pelan beberapa bulan terakhir," katanya.


Kemudian untuk perumahan air listrik dan gas inflasi 0,12% andilnya 0,03%, komoditasnya yang sumbang inflasi tarif rumah andilnya 0,01%. Untuk sandang inflasi sebesar 0,03%.

Sedangkan yang mengalami deflasi ialah cabai merah yang menyumbang 0,08%, ikan segar dan cabai rawit masing-masing 0,02%. Kemudian untuk kelompok transportasi dengan deflasi sebesar 0,07% dengan andil 0,01%.

"Sumbangannya karena turunnya tarif angkutan udara andilnya 0,02%, karena bukan peak season, penurunan harga di 32 IHK, di Mamuju juga turun sampai 11%, itu yang menyebabkan kelompok ini deflasi," tuturnya.



Simak Video "Survei BPS: 7% Masyarakat Kucilkan Penderita Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)