Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Des 2019 16:59 WIB

Di Depan Pengusaha Ritel, CT Ingatkan Amazon Effect di AS

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Chairman and Founder CT Corp, Chairul Tanjung/Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom Chairman and Founder CT Corp, Chairul Tanjung/Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Badung - Chairman and Founder CT Corp, Chairul Tanjung menjadi pembicara di Seminar Nasional Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) di Bali. Pria yang akrab disapa CT mengingatkan para pengusaha ritel harus responsif terhadap perubahan pola belanja dari offline ke online.

Terkait perubahan tersebut, CT menjelaskan tentang Amazon Effect di Amerika Serikat (AS).

"Amazon effect di AS terjadi banyaknya mal-mal yang berguguran karena tidak mampu mengatasi persaingan seperti ini. Ada beberapa yang survive harus mengubah dari mal yang bisa menjual barang saja menjadi experience mal," kata CT di Seminar Nasional Aprindo Bali 2019 di The Trans Resort Bali, Jl Sunset Road, Badung, Senin (2/12/2019).

CT menyebut perubahan menjadi hal yang wajib dilakukan para pengusaha ritel. Di antaranya menjadikan mal menjadi tempat berinteraksi dan bertemu dengan pelanggan lainnya.

"Ada beberapa yang survive harus mengubah dari mal yang tadinya menjual barang saja menjadi experience mal, karena apa orang sekarang mau datang ke mal untuk dapatin experience yang berbeda makan, ketemu orang, untuk itu harus dilakukan yang namanya sebuah proses transformasi mal itu bukan tempat barang tetapi tempat bertemunya manusia dalam kebutuhan dia sebagai human being," paparnya.


Dia pun mendorong para pelaku ritel tradisional untuk terus berinovasi. Misalnya juga menjalankan bisnisnya via online.

"Retail tradisional juga harus bisa mengembangkan dirinya bertransformasi menjadi bisnis yang lain, tradisional juga harus masuk ke online. Kalau dia bisa jual impor, retail tradisional jg harus jual import, harus bisa menjadi distribusi juga seperti yang dilakukan. Kalau bapak-ibu tidak bisa kita akan ketinggalan," pesannya.

Para pelaku retail pun didorong untuk mengembangkan model bisnisnya agar tidak monoton dan bisa mengikuti kemajuan zaman.

"Sekarang kemana kita harus melangkah? We have to reinvent our business model, kuncinya itu. Kalau business model kita dulu 10 tahun kita lanjutin terus, percaya sama saya 5-10 tahun lagi selamat malam, karena tadi ada perubahan kita tidak berubah," tuturnya.

"Orang bijak bilang siapa yang tidak bisa mengikuti perubahan akan dimakan oleh perubahan itu, siapa yang tidak mengikuti zaman akan dimakan zamannya itu sendiri. Charles Darwin sudah ngomong seperti ini bukan yang paling kuat dan yang paling pintar yang akan survive, tapi yang akan menang adalah orang yang paling responsif terhadap perubahan itu sendiri," tutur CT.



Simak Video "Chairul Tanjung Resmikan 3 Masjid dan 9 Sekolah Baru di Palu"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com