Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Des 2019 21:15 WIB

Erick Thohir Buka Peluang Pangkas Jumlah BUMN

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Erick Thohir (Andhika/detikcom) Foto: Erick Thohir (Andhika/detikcom)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membuka peluang untuk merampingkan jumlah perusahaan pelat merah yang saat ini mencapai 142 dan bergerak di berbagai bidang usaha.

"Ya bisa saja (jumlah BUMN dikurangi). Saya rasa dengan jumlah BUMN 142 dan anak cucunya saya rasa lebih baik mana?," kata dia ditemui di Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Terlebih, dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI hari ini, Erick menjelaskan keuntungan BUMN bisa mencapai Rp 210 triliun. Namun 76% disumbangkan oleh 15 perusahaan saja.

"Kan tadi juga sudah saya sampaikan dari Rp 210 triliun, keuntungan 70% hanya 15 perusahaan, yang lain seperti apa? lebih baik kita lebih kecil, lebih sehat, tapi lebih cepat," jelasnya.


Dalam konteks berbeda, Erick mengungkapkan ingin adanya relaksasi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2003 tentang Pelimpahan Kedudukan, Tugas Dan Kewenangan Menteri Keuangan Pada Perusahaan Perseroan (Persero), Perusahaan Umum (Perum) Dan Perusahaan Jawatan (Perjan) Kepada Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara.

Intinya Erick ingin peran Kementerian BUMN lebih luas dalam rangka menutup atau menggabungkan (merger) perusahaan pelat merah.

"Tentu kami juga mengharapkan PP 41/2003 di mana peran kerja daripada (Kementerian) BUMN bisa lebih dilebarkan. Artinya kita punya hak menutup atau memerger. Tentu kalau penanaman modal dari Menkeu. Tetapi secara operasional perlu relaksasi dari segala hukum ini supaya kita dalam prosesnya lebih cepat," tambahnya.



Simak Video "Aksi Erick Thohir Benahi BUMN, Rekrut Ahok hingga Chandra Hamzah"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com