Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Des 2019 17:55 WIB

Angkut Harley & Brompton Ilegal, Garuda: Tanggung Jawab Pemilik Barang

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Luthfy Syahban/Tim Infografis Foto: Luthfy Syahban/Tim Infografis
Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengangkut komponen bekas Harley Davidson dan dua sepeda baru Brompton yang diduga ilegal. Barang-barang tersebut diangkut menggunakan Airbus A330-900 yang didatangkan dari Toulouse, Prancis.

Atas dasar itu, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyebut barang-barang tersebut menjadi tanggung jawab pemilik barang, bukan pengangkut.

"Jadi kalau misalnya karyawan mengangkut barang itu, ya itu bukan titipan tapi memang barangnya dia. Itu sudah menjadi tanggung jawab dia pribadi bukan pengangkut," kata Ikhsan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Ikhsan menjelaskan bahwa pihaknya telah memberi tahu terkait aturan kepabeanan. Atas dasar itu, barang-barang ilegal tersebut merupakan tanggung jawab si pemilik barang.


"Seluruh penumpang yang di situ kita sudah sampaikan tentang aturan kepabeanan yang berlaku baik di kota asal atau di kota tujuan. Nah itu akhirnya menjadi tanggung jawab dari masing-masing pemilik barang," pungkasnya.

Namun begitu, Ikhsan menegaskan Garuda tetap akan patuh terhadap apa yang disampaikan bea cukai. Dia memastikan karyawan Garuda Indonesia sebagai pemilik barang tersebut siap melakukan apa yang diinstruksikan bea cukai.

"Kalau memang harus membayar biaya masuk pajak akan dibayarkan. Nah kalau memang harus melakukan re-ekspor karena tidak boleh masuk ya akan dilakukan. Jadi poinnya hanya itu," ucapnya.



Simak Video "Ini Harley-Brompton Ilegal di Garuda yang Rugikan Negara Rp 1,5 M"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com