Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Des 2019 18:04 WIB

Wamendag Pimpin Perundingan Indonesia-EU CEPA di Brussels

Mega Putra Ratya - detikFinance
Foto: Dok Kemendag Foto: Dok Kemendag
Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga temui Helena Koenig, Deputy Directorate General For Trade Europian Union Commission. Pertemuan tersebut merupakan putaran ke-9 Perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) di Brussels.

Dalam kesempatan ini Jerry menyampaikan saat ini EU Commission berfokus pada penyusunan kebijakan yang berfokus pada kerja sama Perdagangan dengan Negara-negara di kawasan Asia Tenggara ataupun wilayah kawasan Regional. Salah satunya mengenai sikap diskriminasi EU terhadap kelapa sawit Indonesia.

"Isu kelapa Sawit ini adalah isu penting dan sensitif bagi Indonesia dan kami meminta kepada Komisioner Uni Eropa untuk memperhatikan dan menindaklanjuti isu kelapa sawit ini dengan adil tanpa adanya diskriminasi," ujar Jerry dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/12/2019).


Sementara itu, Helena Koenig juga sempat menyampaikan isu-isu yang masih menjadi bagian dalam negosiasi perundingan Indonesia EU CEPA antara lain kebijakan subsidi, SoE Dan Government Procurement.

Selain itu Jerry Sambuaga juga turut menghadiri sesi Opening Plenary dan menyampaikan mandat dari Presiden RI untuk mengawal penyelesaian perundingan IEU-CEPA.

Dalam kesempatan ini Wamendag menyoroti kejadian dan peristiwa di seluruh dunia yang memiliki dampak ekonomi global seperti adanya perang dagang antara AS dan China yang berdampak ke negara lain, memanasnya hubungan dagang antara beberapa negara serta adanya keraguan terhadap sistem perdagangan multilateral, tensi di beberapa kawasan dan belahan dunia lainnya yang baik secara langsung ataupun tidak memiliki dampak ekonomi pada perdagangan dan investasi regional dan global.

"Meskipun berada ditengah kondisi ekonomi yang relatif berpotensi tidak stabil, Indonesia dan EU masih memperjuangkan peningkatan ekonomi melalui kolaborasi dan kerjasama perdagangan," tutur Jerry.

Wamendag Jerry Sambuaga berpandangan bahwa pembahasan perundingan Indonesia-EU CEPA harus pararel dengan proses di WTO.

"Perundingan tetap berjalan di tengah beberapa proses sengketa yang kian memanas, baik sawit yang merupakan kepentingan Indonesia maupun nikel sebagai kepentingan EU. Ini merupakan sinyal positif dari kedua pihak yang menekankan pentingnya pendekatan kooperatif dan penyelesaian komitmen perundingan. Kami optimis bahwa kedua negara dapat segera menyelesaikan perundingan di tahun depan untuk kemudian mendapatkan manfaat dari perjanjian ini, sehingga bisa dihindari kasus-kasus sengketa di masa mendatang," terang Wamendag Jerry Sambuaga.

Terhadap hal-hal yang disampaikan oleh Wamendag, Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Yuri Thamrin menyampaikan harapannya bahwa kunjungan Wamendag dalam putaran ke-9 perundingan Indonesia - EU CEPA dapat mendorong penyelesaian Indonesia EU CEPA.

"Kehadiran Wamendag Jerry Sambuaga sangat membantu dan bermanfaat dalam pembahasan baik secara teknis maupun politis sehingga dapat mempercepat proses negosiasi yang ada untuk penyelesaian Indonesia EU CEPA," tutur Yuri.

Pembahasan teknis dalam negosiasi dilakukan oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo, selaku Ketua Kelompok Perunding Indonesia.

Perundingan kali ini membahas 17 isu runding antara lain perdagangan barang, keterangan asal, bea cukai dan fasilitasi perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi, instrumen pengamanan perdagangan, perdagangan jasa, investasi, usaha kecil menengah, perusahaan milik negara, hak kekayaan intelektual, pengadaan pemerintah, kerja sama ekonomi dan peningkatan kapasitas, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, transparansi dan praktik penerapan peraturan yang baik, serta kelembagaan dan penyelesaian sengketa.

"Delegasi Indonesia dan EU telah bekerja keras selama jeda antar putaran dengan menyelesaikan beberapa tindak lanjut melalui pertemuan tingkat teknis selanjutnya. Kehadiran Pak Wamendag sangat membantu kami dalam memberikan penekanan terhadap negosiasi ini. Dan untuk Putaran ini, saya meminta kedua pihak untuk mencapai kemajuan sejauh mungkin. Memang masih terdapat beberapa isu kebijakan atau bahkan politis, tapi jangan sampai hal tersebut menghambat penyelesaian isu-isu yang lebih mudah dan sifatnya tidak kontroversial." jelas Iman.


Dalam kesempatan ini, Wamendag Jerry Sambuaga menargetkan selesainya perundingan pada tahun 2020, sesuai dengan mandat Presiden RI, mengingat perundingan dengan EU merupakan prioritas semenjak selesainya perundingan bilateral dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA), yang kini tengah dalam proses ratifikasi di tingkat legislatif, dan selesainya text-based negotiation Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Jerry juga menegaskan bahwa isu sawit saat ini merupakan bagian pembahasan dalam Perundingan IEU-CEPA.

"Perundingan ini prinsipnya untuk menyusun perjanjian yang saling menguntungkan, sehingga kepentingan kedua pihak sudah selayaknya di-addressed dalam proses negosiasi, termasuk isu sawit. Kita akan terus memperjuangkan seluruh kepentingan Indonesia dan pada akhirnya kita lihat keseimbangan manfaat yang bisa kita dapatkan di seluruh sektor," tutup Jerry. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com