Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Des 2019 13:15 WIB

RI Mau Buka 3 Rute Bus di Perbatasan Malaysia-Brunei Darussalam

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi Jalan di Perbatasan/Foto: Istimewa/Kementerian PUPR Ilustrasi Jalan di Perbatasan/Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima perwakilan otoritas perhubungan dari tiga negara di Asia Tenggara, mulai dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina. Indonesia dan tiga negara Asia Tenggara tersebut, tergabung dalam Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia- Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

Budi Karya menyatakan pertemuan kali ini membahas proyek dan perjanjian transportasi di perbatasan empat negara. Indonesia sendiri akan mengajukan beberapa rute bus perbatasan baru dalam forum diskusi transportasi BIMP-EAGA. Sebelumnya, sudah ada 11 rute bus yang melayani transportasi di perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Brunei.

"Indonesia sudah keluarkan izin bus perlintasan antara Indonesia di 2019, lima di Malaysia dan enam di Brunei Darussalam. Sekarang kita usulkan BIMP buat bus electronic log book. Ada tiga kita usulkan rute baru," ucap Budi Karya di sela acara diskusi dengan transportasi dengan para perwakilan tiga negara di Westin Hotel Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019).


Dari data yang dipaparkan, rute yang diajukan Indonesia ada tiga, pertama jalan Malinau-Krayan-Long Midang di Indonesia menuju Lawas di Sarawak, Malaysia. Kedua, jalan Malimau-Mansalong-Tau Lumbis di Indonesia menuju Keningau di Sabah, Malaysia. Terakhir, jalan Malinau-Langap-Long Kemuat-Long Nawang di Indonesia menuju Sibu di Sarawak, Malaysia.

Sektor Laut dan Udara

Selain itu Indonesia juga membicarakan kerja sama dengan Malaysia soal pembukaan pelayanan kapal roro pengangkut kendaraan dari Dumai menuju Malaka.

"Kita juga sedang bikin kapal roro ya dari Dumai ke Malaka. Jadi nanti saudara kita di sana bisa berhubungan dengan roro. Berarti mobil bisa ikut," ucap Budi Karya.

Menurutnya, dengan pembukaan rute transportasi baru antar dua negara ini dapat membuat logistik semakin mudah.

"Konkretnya itu, bisa bawa bahan dan barang-barang. Jadi point to point dari pabrik langsung ke user-nya di sana," ucap Budi Karya.


Budi Karya juga melaporkan pencapaian kerja sama Indonesia-Filipina di sektor udara lewat dibukanya rute baru dari Manado menuju Davao. Rute yang dilayani Garuda Indonesia ini telah dibuka sejak September dan melayani dua kali penerbangan seminggu.

"Untuk udara kita ada penerbangan PT Garuda Indonesia rute Manado-Davao PP, ini kita sudah mulai sejak September lalu. Frekuensinya dua kali per minggu," jelas Budi Karya.

Masih di sektor transportasi udara, pihaknya yang mewakili Indonesia juga akan mengevaluasi rute Pontianak-Kuching. Frekuensi penerbangan rute tersebut sudah berjalan selama sepekan.

"Sebelumnya ada juga Pontianak-Kuching pp ini sudah ada juga kita coba tetap berjalan. Ini sudah ada tujuh kali frekuensi seminggu," ucap Budi Karya.

Simak Video "Hasil Investigasi Bus Masuk Jurang, Menhub Tunggu KNKT"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com