Buntut Harley Ilegal, Erick Thohir Rombak Direksi Garuda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 06 Des 2019 13:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka ruang untuk merombak jajaran direksi dan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Hal ini buntut skandal Harley Davidson dan Brompton ilegal yang melibatkan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, perombakan direksi bisa saja terjadi. Terlebih, saat ini kementerian memang sedang melakukan evaluasi Garuda secara total baik kinerja keuangan hingga perilaku para pekerja.

"Kalau soal perombakan bisa saja, karena kita sedang evaluasi Garuda dengan total, karena laporan sangat banyak mengenai perilaku kepada para pekerja, keuangan, semua dievaluasi lah," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).


Terkait perilaku pekerja, Arya menceritakan, pihaknya mendapat banyak laporan dari karyawan karena bekerja di luar kemampuannya.

"Karena kami dapat laporan banyak bahwa ini banyak misalnya karyawan bekerja di luar dari kemampuannya dalam arti manusiawinya, dan sebagainya. Dapat laporan tapi saya belum tahu apakah sesuai aturannya atau nggak," ungkapnya.


Dia mencontohkan, salah satunya ialah pramugari yang harus bekerja pulang pergi untuk penerbangan Sydney, Australia-Jakarta tanpa menginap. Padahal, itu merupakan pekerjaan berat.

"Misalnya luar negeri Sydney mereka pulang pergi, pramugari, kalau pilotnya nggak. Mereka nggak nginap," tutupnya.

Simak Video "Pramugari Garuda Pakai Face Shield Ketimbang Baju APD, Ini Kata Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)