Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 09 Des 2019 11:20 WIB

Kebijakan Ari Terbang Jakarta-Sydney PP Bikin Awak Kabin Diopname

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kebijakan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di bawah kepemimpinan Ari Askhara dianggap merugikan karyawan. Salah satunya mengenai jam kerja yang melebihi batas.

Sekjen Ikagi Jacqueline Tuwanakotta menjelaskan, kebijakan itu dialami oleh pramugari yang terbang dari Jakarta-Sydney. Pramugari yang harusnya beristirahat justru harus pulang-pergi. Alhasil, pramugari itu kelelahan dan jatuh sakit.

"Itu adalah peraturan yang dibuat direksi, jadwal terbang awak kabin diubah yang tadinya multi base tiba-tiba menjadi one day, contohnya schedule Jakarta-Sydney-Jakarta harusnya 3 atau 4 hari menjadi PP. Itu membuat dampak tidak bagus awak kabin karena sudah hampir 8 orang awak kabin yang diopname," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).


Tak hanya itu, sejumlah kebijakan juga dianggap ganjil, salah satunya terkait mutasi dan larangan ikut terbang.

"Mereka takut, terancam, melakukan kesalahan sedikit langsung dipindahkan ke Papua, awak kabin yang harusnya pembinaan di-grounded, grounded itu nggak boleh terbang," ujarnya.


Terkait pencopotan Ari dari Direktur Utama Garuda Indonesia, dia mengatakan, karyawan mengaku senang atas kebijakan ini.

"Ketika Ari Askhara diturunkan Meneg BUMN, dicopot, banyak karyawan bersyukur, selama beliau memimpin banyak keresahan terjadi di Garuda," tututpnya.

Simak Video "Tanggapan IKAGI Soal Kabar Pramugari Teman Dekat Ari Askhara"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com