Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 09 Des 2019 18:31 WIB

Genjot Penerbangan Perintis, Aceh Pesan 4 Pesawat Nurtanio

Mukhlis Dinillah - detikFinance
Pemprov Aceh Pesan 4 Pesawat N219/Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom
Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memesan 4 unit pesawat Nurtanio (N219) produksi PT Dirgantara Indonesia (DI). Diharapkan 4 unit pesawat karya anak bangsa tersebut bisa mengudara 2022.

Penandatanganan kesepakatan antara Pemprov Aceh dengan PT DI oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Dirut PT DI Elfien Goentoro.

Nova mengatakan pemerintah Aceh memang tengah membutuhkan pesawat perintis untuk memperbanyak sarana transportasi udara antar pulau. Mengingat saat ini frekuensi penerbangan udara di Aceh masih minim.

"Saat ini Aceh hanya punya 5 bandara (perintis) yang mana dalam satu pekan frekuensinya hanya 2 penerbangan. Kita ingin meningkatkan itu, sehingga konektivitas (udara) antar wilayah jadi prioritas," kata Nova disela-sela MoU di kantor PT DI, Kota Bandung, Senin (9/12/2019).


Ia mengaku tertarik dengan pesawat Nurtanio (N219) karena memiliki keunggulan yang sesuai dengan geografis Aceh. Mengingat, Aceh memiliki 180 gugusan pulau yang 44 di antaranya berpenghuni.

Dia berbagi sedikit pengalamannya ketika kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Aceh. Jarak tempuh melalui darat dari pusat Kota Banda Aceh bisa mencapai 15 jam. Kondisi itu tentunya membuang banyak waktu dan tenaga.

"Ini menjadi tantangan buat kami untuk menghubungkan antar pulau itu. Kami sangat tahu keunggulan dari pesawat N219 ini. Kami harap bisa membuat konektivitas di Aceh semakin optimal nanti," jelas dia.

Ia menyebut akan memesan empat unit pesawat Nurtanio (N219) yang ditargetkan bisa beroperasi di tahun 2022. Dari kerja sama ini, keuntungan yang didapat juga berupa pengembangan SDM dan pengoperasian angkutan udara Aceh.

"Tentunya dari kerja sama ini kita dapat banyak keuntungan. Tidak hanya dari pengadaan pesawat saja, tapi pengembangan SDM dan pengoperasian angkutan udara juga. Sehingga, kedirgantaraan Aceh juga bisa berkembang nantinya," ujar Nova.


Dirut PT DI Elfien Goentoro mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan proses sertifikasi untuk pesawat Nurtanio (N219). Proses uji terbang masih berlangsung untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang.

Ia berharap pesawat Nurtanio yang dipesan Pemerintah Aceh nanti bisa dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan konektivitas antar pulau. Sehingga, berdampak pertumbuhan ekonomi Aceh,

"Harapannya pesawat N219 dapat segera dioptimalkan fungsinya oleh Pemerintah Aceh untuk melayani masyarakat Aceh, serta mendorong dan meningkatkan aksesbilitas dan pertumbuhan perekonomian di wilayah Aceh," ujar Elfien.

Simak Video "Icip Legit dan Manisnya Kue Tumpo Khas Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(mud/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com