Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Des 2019 06:01 WIB

Sri Mulyani, KPK, dan Godaan Jadi PNS Kemenkeu

Trio Hamdani - detikFinance
Sri Mulyani, KPK, dan Godaan Jadi PNS Kemenkeu. Foto: Agung Pambudhy Sri Mulyani, KPK, dan Godaan Jadi PNS Kemenkeu. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak memposisikan diri sebagai ancaman. Hal itu demi menjaga iklim perekonomian Indonesia.

Hal tersebut dia sampaikan saat talkshow di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Pada kesempatan itu, dirinya juga mengungkapkan godaan korupsi yang ada di Kementerian Keuangan. Selain itu dirinya juga menyindir pejabat yang gajinya besar tapi tetap korupsi.

"Harapannya ke KPK, kalau kita bicara pencegahan ya KPK seperti itu, kalau KPK tidak dianggap sebagai ancaman. Tapi KPK sudah dianggap sebagai institusi yang ikut menjaga, maka anda mungkin memenangkan hampir 95 peperangan itu," kata dia.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa mungkin sebenarnya 97,5% ASN atau PNS adalah orang baik yang tidak berniat untuk korupsi. Oleh karenanya harus ada kepercayaan yang terbentuk antara ASN dan KPK.

"Dan kalau ASN merasa (KPK) ini adalah partnernya maka akan terjadi trust karena di dalam masyarakat atau bangsa kalau ada trust itu ekonominya akan maju luar biasa," terangnya.

Sebaliknya, jika tidak ada kepercayaan itu dan justru sistem yang dibangun memunculkan kecurigaan malah akan menciptakan ketidakpastian.

"Jadi menurut saya tugas paling berat dari KPK memindahkan mindset itu, menciptakan society yang base on trust. Kalau didominasi ketakutan, kekhawatiran apalagi sampai merasa ini adalah ancaman maka seluruh sistem akan ikuti tone seperti itu. Dan itu very high cost, sangat tidak pasti, dan itu pasti dari sisi ekonomi menjadi beban yang luar biasa" tambahnya.

Banyak godaan jadi PNS di Kemenkeu?
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com