Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Des 2019 12:04 WIB

Luhut Mau Jual Kredit Karbon RI, Apa Itu?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara peluang Indonesia memanfaatkan carbon credit. Carbon credit atau kredit karbon adalah perdagangan emisi antar negara.

Sebuah negara yang emisi karbonnya rendah bisa menjual porsi emisi yang belum digunakan ke negara lain. Negara pembelinya adalah mereka yang tingkat emisinya melebihi rata-rata.

"Angka ini kita nggak tahu berapa besarnya dibuat US$ 100 miliar per tahun. Ini angka yang besar lagi yang diambil pemerintah," kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).



Luhut menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 80% karbon kredit dunia dengan kawasan hutan dan mangrove yang luas. Ia mengatakan bahwa Indonesia mempunyai posisi yang tinggi soal karbon kredit ini.

"Kita itu bisa two offset posisi Indonesia ini akan bagus ke depannya. Posisi runding yang sangat tinggi," ujarnya.

Indonesia juga bisa membeli kredit karbon dari negara lain untuk mempercepat penurunan emisi gas rumah kaca di angka 29%. Di sisi lain, Indonesia juga bisa menjual kredit karbon untuk mendapatkan insentif finansial.

Sederhananya, negara yang menghasilkan emisi karbon melebihi dari ketentuan harus memberikan sejumlah insentif kepada negara yang bisa menyerap karbon. Pengurangan gas karbon menjadi hal yang diperjualbelikan.



Luhut Mau Jual Kredit Karbon RI, Apa Itu?


Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com