Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Des 2019 14:38 WIB

Neraca Dagang Tekor Melulu, RI Impor Apa Saja Sih?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku jengkel sering melihat laporan neraca dagang yang selalu defisit. Dia menilai yang menjadi biang keroknya adalah kebiasaan Indonesia yang rajin melakukan impor.

Memang berapa sih impor kita?

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (16/12/2019), nilai impor Indonesia di November 2019 mencapai US$ 15,34 miliar. Angka itu turun 9,24% dibanding November 2018. Sementara dibandingkan dengan Oktober 2019, impor bulan ini naik tipis 3,94%.

Angka impor US$ 15,34 miliar itu terdiri dari impor migas sebesar US$ 2,13 miliar dan non migas sebesar US$ 13,2 miliar.

Impor migas di November 2019 tercatat naik 21,6% dari posisi Oktober 2019 sebesar US$ 1,75 miliar. Meskipun dibandingkan dengan posisi November 2018, angka itu turun 25,55% dari US$ 2,86 miliar.

Sementara untuk impor non migas di November 2019 itu tercatat naik 1,55% dari Oktober 2019 sebesar US$ 13,0 miliar. Meskipun jika dibandingkan November 2018 turun 5,91% dari US$ 14,03 miliar.

Sedangkan jika dilihat dari Januari-November 2019 nilai impor mencapai US$ 156,22 miliar. Angka itu turun 9,88% dibandingkan periode yang sama di 2018 sebesar US$ 173,34 miliar.


Impor Januari-November 2019 itu terdiri dari impor migas yang turun 29,6% menjadi US$ 19,75 miliar dan impor non migas yang turun 6,21% menjadi US$ 136,46 miliar.

Jika dilihat dari dari nilainya ada 10 golongan barang impor non migas paling besar di RI. Berikut daftar 10 golongan barang impor paling besar di sepanjang Januari-November 2019:

1. Mesin dan peralatan mekanis US$ 24,5 miliar
2. Mesin dan perlengkapan elektrik US$ 18 miliar
3. Besi dan baja US$ 9,59 miliar
4. Kendaraan dan bagiannya US$ 6,72 miliar
5. Serealia US$ 3,01 miliar
6. Amplas/sisa industri makanan US$ 2,4 miliar
7. Logam mulia, perhiasan/permata US$ 1,84 miliar
8. Gula dan kembang gula US$ 1,5 miliar
9. Bahan bakar mineral US$ 1,44 miliar
10. Buah-buahan US$ 1,25 miliar

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) jengkel lantaran Indonesia selalu mengalami defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dan defisit neraca perdagangan. Dia menilai kondisi tersebut disebabkan Indonesia yang doyan impor.

"Kita ini berpuluh tahun memiliki masalah besar yang namanya defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan gara-gara impor kita lebih besar dari ekspor kita. Dikit-dikit ngimpor, dikit-dikit ngimpor," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).



Neraca Dagang Tekor Melulu, RI Impor Apa Saja Sih?


Simak Video " Jokowi: Perencanaan Jangan Pake Feeling, Bahaya!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com