Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Des 2019 05:58 WIB

Jokowi Jengkel RI Kebanyakan Impor, Neraca Dagang Pun Tekor

Trio Hamdani - detikFinance
Jokowi Jengkel RI Kebanyakan Impor, Neraca Dagang Pun Tekor. Foto: agung pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) jengkel lantaran Indonesia neraca perdagangan Indonesia selalu mengalami defisit. Kondisi tersebut disebabkan Indonesia yang doyan impor.

Hal itu dia sampaikan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Dirinya mengungkapkan bahwa ada oknum yang mengambil keuntungan dari impor, khususnya minyak dan gas. Bahkan oknum tersebut sampai menghalangi Indonesia mandiri di sektor migas. Komoditas tersebut merupakan biang kerok defisit, baik neraca dagang maupun transaksi berjalan.

Jokowi mengungkapkan bahwa masalah neraca perdagangan tekor sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun.

"Kita ini berpuluh tahun memiliki masalah besar yang namanya defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan gara-gara impor kita lebih besar dari ekspor kita. Dikit-dikit ngimpor, dikit-dikit ngimpor," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Impor paling besar ini disumbangkan oleh energi dan barang modal maupun bahan baku. Namun untuk barang modal dan bahan baku, dirinya tak mempermasalahkan lantaran bisa diekspor kembali.

"Sebenarnya barang modal dan bahan baku nggak apa-apa karena bisa kita reekspor. Tapi yang berkaitan dengan energi sudah luar biasa. Minyak yang dulunya kita nggak impor, sekarang impor," ujarnya.

Tekornya neraca dagang diperparah oleh produk turunan dari petrokimia. Hal itu membuat defisit tak bisa dibendung.

"Impor minyak kita mungkin kurang lebih sekarang ini 700-800 ribu barel. Pak Menteri kurang lebih ya? Per hari. Jangan mikir pertahun. Baik itu minyak baik itu gas, dan juga ada turunan petrokimia sehingga membebani, sehingga menyebabkan defisit," tambahnya.

Siapa yang diuntungkan dengan banyaknya impor tersebut?
Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Jokowi Tinjau Istiqlal: Rencana Dibuka Juli, Keputusan di Imam Besar"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com