Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 22 Des 2019 13:00 WIB

Soal Larangan Ekspor Benih Lobster, Dahlan Iskan: Jangan Dicabut Dulu

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Dok. KKP. Dahlan Iskan: Jangan Dicabut Dulu
Jakarta - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut berkomentar soal rencana legalisasi ekspor benih lobster yang kini menjadi polemik. Dulu Susi Pudjiastuti melarang ekspor, kini Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, Edhy Prabowo mau mencabutnya.

Dahlan menyarankan Edhy tak terburu-buru mencabut kebijakan yang dulu dibuat oleh Susi itu.

"Baiknya larangan Bu Susi itu jangan dicabut dulu. Tapi berikan kuota penangkapan terbatas untuk baby lobster. Khusus hanya cukup untuk siapa pun yang mau berdarah-darah memulai budi daya lobster," kata Dahlan dalam blog pribadinya, Disway, dikutip Minggu (22/12/2019).


Dirinya pun sempat melihat video yang diabadikan oleh Effendy Gazali. Video tersebut menggambarkan bahwa Vietnam berhasil membudidayakan lobster. Lokasi budi daya di sana tepatnya di Cam Ranh.

"Tambak budi daya lobster di sana digambarkan sangat berhasil. Lalu Prof Effendy punya rekomendasi: mengapa tidak kita lakukan juga di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya fakta yang terungkap di Vietnam menunjukkan kalau lobster sudah bisa dibudidayakan. Ilmu itu yang menurutnya harus diketahui Indonesia.

Dirinya pun sempat menghubungi Suhana, ahli ekonomi kelautan lulusan IPB. Dari perbincangan dengannya, Dahlan mengetahui bahwa keberhasilan Vietnam membudidayakan benih lobster justru berkat Indonesia.

"Vietnam, katanya, berhasil karena Indonesia. Benihnya dari Indonesia. Pakannya pun dari Indonesia. Itulah benih selundupan: baby lobster. Yang diam-diam ditangkap. Tidak ketahuan. Lalu diselundupkan ke Vietnam. Lewat Singapura," terangnya.


Namun dia memahami ada kesulitan dalam membudidayakan benih lobster, yaitu dari sisi pakannya.

"Lobster itu istimewa: makannya harus ikan. Dan harus ikan segar," ujarnya.

Bagaimana bisa lobster Vietnam dapat makanan itu dari Indonesia? Dahlan mendapatkan jawaban dari ahli ekonomi kelautan tersebut.

"Mereka mencuri ikan dengan kapal twral. Sikat habis. Besar kecil. Mahal murah," ujar Dr Suhana. "Ikan yang murah-murah dimanfaatkan untuk makanan lobster," tambahnya.

Dahlan menilai bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia mampu membudidayakan benih lobster. Hal itu berkaca dari budi daya kerapu yang dulu Indonesia tidak mampu tapi kini bisa.

"Budidaya kerapu kini sudah umum. Sudah banyak yang bisa. Siapa tahu keterampilan kita berikutnya adalah budidaya lobster. Lewat kesungguhan kelas Vietnam," tambahnya.

Simak Video "Penyelundupan Benih Lobster Rp 66 Miliar ke Singapura Digagalkan!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com