3 Hari Pameran, UMKM Binaan BRI Catat Transaksi Bisnis Rp 508 M

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Minggu, 22 Des 2019 21:46 WIB
Foto: Alfi Kholisdinuka
Jakarta - Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengungkapkan selama gelaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Export BRILian Preneur, Bank BRI telah berhasil memfasilitasi terjadinya transaksi bisnis hingga Rp 508 miliar. Hal itu jauh melebihi target yang ditetapkan sebelumnya yakni senilai US$ 25 juta atau Rp 350 Miliar.

"Target kami sebenarnya dua hari ini nggak muluk-muluk. Ada deal bisnis 25 juta dolar saja kita sudah senang. Tapi Alhamdulillah saya dapat laporan hari ini total transaksi selama 3 hari ini Rp 508 miliar," ujarnya saat laporan penutup BRIFFEST 2019, di JCC Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Menurutnya, UMKM masih memiliki peranan terhadap kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, segala persoalan yang dihadapi oleh UMKM harus segera diatasi sehingga memberikan peluang ekonomi terbuka lebar bagi masyarakat.


"Kita tahu 98% usaha kita bentuknya UMKM, kontribusi terhadap PDB 60%, kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja itu 97,22%. Sekarang ekspor kita dari UMKM itu 14%. Padahal porsi ekspor baru 41%, bayangkan porsi ekspor dua kali lipat, berapa tenaga kerja yang diserap," ucapnya.

"Jadi saya menekankan dua hal yang menjadi persoalan kita akan teratasi dengan naik kelasnya UMKM sampai ke level internasional," imbuhnya.

Pertama, kata Sunarso adalah meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Kedua, membantu mengatasi isu nasional yaitu CAD (Current Account Deficit).

"adi tugas kita semua yang sudah mapan adalah ikut membantu berkontribusi ke negara menyejahterakan rakyat. Cara terbaik menyejahterakan rakyat adalah memberi pekerjaan dengan mengembangkan UMKM ke mancanegara," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mendorong agar Bank BRI membangun BRI Institut yang berfungsi untuk membangun kompetensi UMKM dalam melakukan Business Matching.

"Kita mau BRI ini bukan hanya dari sisi kredit tapi pembinaan dan kurasi produk unggulan ke global market. Karena kita ingin Indonesia nanti 2-3 tahun ke depan makin banyak UMKM kita bermain di level global yang main di cluster spesifik seperti fashion, jewelry, furniture, kuliner sehingga nanti kita punya brand UMKM yg masuk ke pasar global dan dikenal sebagai produk nasional," jelasnya.


"Harapan kita nanti dari sisi ekspor Indonesia meningkat, tapi juga dari sisi employment bisa meng-create banyak lapangan kerja dan juga devisa," tandasnya.

Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/eds)