Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Des 2019 19:00 WIB

Mau Ditutup, Begini Modus Bisnis IndoXXI 

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Pemerintah tahun depan akan menghentikan layanan pembajakan yang melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Termasuk layanan situs web streaming dan situs torrent IndoXXI.

Jika IndoXXI memberikan layanan streaming dan download gratis, bagaimana mereka bisa dapat keuntungan?

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menjelaskan modus bisnis yang digunakan oleh IndoXXI dalam mencari keuntungan adalah dengan penempatan banner iklan pada website.

"Sebenarnya yang memberikan layanan gratis ini kan bukan hanya IndoXXI, tapi yang lain juga. Mereka itu memberikan layanan gratis tapi banyak iklannya kan? Kalau kita salah klik bisa langsung lari ke iklan," kata Heru saat dihubungi detikcom, Selasa (24/12/2019).

Dia mengungkapkan, banyaknya iklan merupakan hal yang lumrah, namun pengguna juga harus berhati-hati karena berpotensi disusupi malware.

"Iklannya kan banyak sekali, di banner setiap halaman," katanya.



Sementara itu Analis keamanan siber Vaksin.com, Alfons Tanujaya menjelaskan model bisnis yang digunakan oleh IndoXXI merupakan murni pembajakan. Hal ini tak ubahnya dengan kios dvd bajakan.

"Mereka dapat keuntungannya dari situ, kalau tukang dvd kan di dunia nyata ada bentuknya, kalau dia di server bisa didownload di mana saja," ujar dia.

Menurut Alfons, selain itu juga ada pendapatan dari iklan yang dipasang di website. Misalnya iklan jenis abu-abu seperti iklan judi online sampai iklan pornografi.

Dia menyebut, harga iklan ini memiliki tarif yang lebih tinggi. Pasalnya iklan-iklan tersebut tak akan bisa memasang di situs-situs konvensional.

"Iklan judi dan pornografi seperti itu harganya tinggi, mereka kalau mau pasang di tempat lain kan tidak bisa. Marginnya gede itu," jelas dia.

Kemudian, ada juga modus mengelabui pengakses untuk menginstall aplikasi sebelum mendownload film.

"Ada program yang memaksa pengguna untuk install aplikasi, itu spyware yang menyamar. Misalnya mau download Starwars, sebelum download dia akan bilang harus download ini dulu baru filmnya bisa download. Nah di situ masuklah spyware, malware. Keamanan data terancam, tapi banyak yang bela-belain demi nonton gratis," imbuh dia.



Simak Video "Soal Netflix Diblokir Telkom, Ini Kata Menkominfo Johnny"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com