Sudah Mau 2020 Nih! Jangan Lagi Terjerat Investasi Bodong Ya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 28 Des 2019 12:30 WIB
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Di ujung tahun 2019, investasi bodong alias ilegal masih marak. Modus yang digunakan juga bermacam-macam. Targetnya pun beragam, mulai dari orang dewasa sampai ke generasi milenial.

Pencegahan terhadap investasi bodong sendiri bukan tak dilakukan. Namun kesadaran masyarakat yang tergiur akan iming-iming serba instan malah bikin investasi bodong makin menjamur.

Perencana keuangan, Aidil Akbar menjelaskan sebagai generasi yang melek teknologi, milenial bisa memeriksa legalitas perusahaan investasi tersebut.

Misalnya memeriksa di website regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai menghubungi call center untuk mendapatkan informasi yang lengkap. Sehingga rencana investasi bisa lebih siap dan matang.

"Cek legalitasnya dulu, siapa regulatornya. Untuk produk investasi harus ada izin atau terdaftar di OJK. Kalau tidak jelas, please jangan invest," ujar Aidil saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/12/2019).


Setelah mengetahui legalitas perusahaan, diperlukan informasi lengkap terkait alamat, pemilik sampai pengelolanya. Ini bisa dilakukan dengan mencari dengan browsing di google atau website perusahaan.

Selanjutnya, tanyakan secara detail mekanisme investasi. Misalnya uang yang disetorkan harus transparan ke mana akan diinvestasikan.

"Tanya detail mekanismenya, uang diputar ke mana, kalau produk keuangan masuk ke mana? Apakah saham? obligasi atau surat utang? Harus lengkap menanyakan hal itu," imbuh dia.



Simak Video "Siti Badriah Tegaskan Hanya Isi Acara di MeMiles"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)