Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 29 Des 2019 11:00 WIB

Kaleidoskop 2019

Marak Impor Bikin Beras Bulog Numpuk hingga Terancam Busuk

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Beras Bulog Hampir Busuk (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta - Kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 2,25 juta ton pada tahun 2018 kembali menjadi perbincangan di tahun 2019 ini. Impor tersebut menyebabkan melimpah ruahnya cadangan beras pemerintah (CBP) dan menumpuk di gudang Bulog. Perlu diketahui, dari kuota tersebut, Bulog merealisasikan impor beras sebanyak 1,8 juta ton di 2018.

Pada awal November 2019 saja, sebanyak 900.000 ton beras eks-impor itu masih tersisa di gudang Bulog. Padahal, lebih dari empat bulan 'mengendap' di gudang, cadangan beras tersebut sudah turun mutu.

Bahkan, pada 1 Desember 2019, Perum Bulog mengumumkan bahwa 20.000 ton CBP turun mutu dan terancam busuk. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan masyarakat, bahkan muncul sebuah tagar #TangkapEnggar di Twitter keesokan harinya. Tagar tersebut sempat populer di laman Twitter Indonesia selama dua hari.

Cuitan yang menggunakan tagar tersebut berisikan komentar warganet atas kebijakan impor yang diberikan Menteri Perdagangan periode 2016-2019, Enggartiasto Lukita. Kebijakan itu dinilai memberi andil terhadap 20.000 ton beras Bulog yang terancam busuk.

Menanggapi hal itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi menegaskan bahwa kebijakan impor beras tahun lalu tak menjadi penyebab 20.000 ton beras turun mutu.

"(Impor) nggak ada pengaruh," tegas Tri di kantornya, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Lantas, apa yang menjadi penyebab beras Bulog itu terancam busuk?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6


Simak Video "Beras Bulog Terancam Busuk, Buwas Akan Jadikan Ethanol"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com