Simalakama Tiket Pesawat: Murah Rugi, Mahal Dicaci

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 30 Des 2019 13:55 WIB
Simalakama Tiket Pesawat: Murah Rugi, Mahal Dicaci (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Pengamat penerbangan Alvin Lie menyatakan bahwa harga tiket pesawat memang sudah seharusnya naik. Kini meskipun sudah tinggi, harga yang dipatok maskapai hanya tinggal untuk bertahan hidup.

Kini menurut Alvin, maskapai tidak lagi bisa mengeruk keuntungan banyak dengan harga yang sekarang dipatok, apalagi kalau diturunkan lagi.

"Harga tiket ini sekarang airlines hanya bertahan hidup, bukan lagi mengeruk keuntungan. Sudah saatnya memang naik, masa tiket nggak boleh naik," ungkap Alvin saat dihubungi detikcom, Senin (30/12/2019).

"Kalau nggak naik, mau maskapai Indonesia gulung tikar semua," lanjutnya.


Menurut Alvin, tiket harus naik karena memang ongkos operasional maskapai juga naik. Kalau tidak dinaikkan, maskapai tidak bisa meraup keuntungan.

"Harga tiket sejak 2015 susah, nggak boleh naik. Sedangkan ongkos naik, sehingga nggak ada profit dan meraup keuntungan," jelas Alvin.

Yang terjadi berikutnya, apabila maskapai tidak bisa meraup keuntungan, maka tiket pesawat akan stabil harganya meskipun sudah low season. Pasalnya, tidak ada keuntungan yang digunakan untuk melakukan subsidi silang dengan memberi tarif murah di low season.

"Kalau udah begitu, jadinya nggak bisa subsidi silang. Maka saat musim sepi nggak bisa nurunin harga juga," kata Alvin.

Alvin sendiri memang mengakui harga tiket pesawat kini tidak semurah dulu. Menurutnya banyak maskapai kini bertengger harga tiketnya di sekitar tarif batas atas tiket pesawat yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

"Tarif tiket ini kan memang sudah naik dari setahun lalu, bukan naik ya tapi memang bertengger di batas atas dan tidak turun," jelas Alvin.

Sebelumnya, keluhan mengenai tiket pesawat masih mahal muncul dan ramai lagi. Salah satunya, dari wisatawan yang mengeluhkan hal tersebut ke Menteri Parekraf Wishnutama Kusubandio.

"Ya memang kenyataannya begitu (tiket mahal), wajar aja kalau wisatawan mengeluh. Masih ada keluhan memang," kata Wishnutama usai rapat Danau Toba di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno menilai harga tiket pesawat domestik saat ini memang mahal. Menurutnya, harga tiket terus naik sejak November 2018.

"Betul, iya masih mahal memang tiket domestik ya. Dari mulai tahun lalu, November stagnan di batas atas terus (harga tiket pesawat), kata dia saat dihubungi detikcom, Jumat (27/12/2019).

Simak Video "Maskapai Komplain Soal Harga Tiket, Ini Kata Menhub"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)