Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 31 Des 2019 10:42 WIB

Suram! Ritel Berguguran di 2019

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Tahun 2019 telah menjadi tahun yang bisa dibilang kelam bagi industri ritel. Bagaimana tidak, sepanjang tahun ini satu per satu toko ritel mulai berguguran.

Di Indonesia sendiri toko ritel besar sekelas Giant dan Hero mulai menutup banyak tokonya tahun ini. Dari catatan detikcom, Giant sudah menutup 7 tokonya dan Hero telah menutup 26 cabang tokonya.

Kejadian penutupan masal toko ritel ini pertama kali menimpa Hero di awal tahun ini, tepatnya di bulan Januari. Hero terpaksa menutup toko hingga melakukan PHK pada 532 karyawannya. Penutupan dilakukan untuk mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja.


"92% karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja, serta telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-undang Kementerian Tenaga Kerja RI No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," kata Corporate Affairs GM Hero Supermarket, Tony Mampuk dalam keterangannya resminya pada Minggu, (13/1/2019).

Tony menyatakan ada kerugian pada bisnis makanan yang turut mempengaruhi kinerja toko ritel ini. Tony mengatakan, memang secara konsolidasi pada kuartal III 2018 ada perolehan laba bersih perseroan.

"Namun pada kuartal III 2018 juga disebutkan penjualan bisnis makanan turun 6% dan mengakibatkan kerugian operasi Rp 163 miliar," kata Tony.

Dia menyampaikan kerugian ini lebih buruk dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 79 miliar. Tony menjelaskan 532 karyawan yang di-PHK adalah karyawan food business.



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com