Suram! Ritel Berguguran di 2019

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 31 Des 2019 10:42 WIB
Foto: Grandyos Zafna

Di AS

Bukan cuma di Indonesia, di Amerika Serikat pun toko-toko ritel mulai menutup gerainya, apa saja?

Paling hangat adalah perusahaan ritel fashion asal Forever 21, perusahaan menyatakan telah mengajukan pailit, alias status kebangkrutan. Dikutip dari CNN, Senin (30/9/2019), manajemen Forever 21 telah mengajukan pailit dan akan mengajukan izin untuk menutup 178 dari 800 toko ritel mereka.

"Kami berharap sejumlah besar toko ini akan tetap terbuka dan beroperasi seperti biasa, dan kami tidak mengharapkan untuk keluar dari pasar utama di AS," bunyi pernyataan perusahaan.

Keputusan untuk menutup beberapa toko ritel dan pindah ke lokasi yang lebih murah merupakan hal utama yang dilakukan perusahaan. Executive Vice President Forever 21 Linda Chang bilang, menyatakan kebangkrutan merupakan langkah penting untuk mengamankan masa depan perusahaan.

"Dengan demikian kami bisa melakukan reorganisasi dan reposisi Forever 21," ujar dia.

Kabarnya, sepanjang 2019 diprediksi akan ada 12.000 gerai ritel yang tutup di Negeri Paman Sam. Dikutip detikcom dari CNBC, Minggu (14/7/2019), menurut pelacakan yang dilakukan oleh Coresight Research, 12.000 gerai ritel diperkirakan akan gulung tikar hingga akhir 2019, membuat rekor baru dari tahun-tahun sebelumnya.

Sejauh ini, 7.062 penutupan toko telah diumumkan oleh peritel AS. Tahun 2018 saja, Coresight melacak 5.524 toko yang tutup, dan ada 8.139 ritel yang tutup pada 2017.