Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 05 Jan 2020 17:28 WIB

Erick Tak Ambil Pusing Soal Kerugian BUMN yang Terdampak Banjir

Soraya Novika - detikFinance
Foto: Menteri BUMN Erick Thohir menengok korban banjir (Soraya Novika-detikcom) Foto: Menteri BUMN Erick Thohir menengok korban banjir (Soraya Novika-detikcom)
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka-bukaan terkait dampak banjir terhadap perusahaan pelat merah. Meski mengakui ada kerugian, Erick tak ambil pusing.

"Ya pasti ada kerugian tapi tugas kita ya bagaimana caranya bergerak lebih cepat dan turun ke jalan," ujar Erick ditemui saat kunjungi Posko Pengungsi di Gelanggang Remaja Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (5/1/2020).

Erick pun enggan berbicara lebih jauh terkait nilai kerugian yang ditanggung perusahaan pelat merah itu. Ia lebih memprioritaskan keselamatan para pegawainya yang saat ini banyak menjadi korban banjir.

"Kayanya kalau bicara bencana tidak bisa bicara kerugian, saya rasa kerugian bisa dicari dengan keuntungan, tapi prioritas saat ini adalah nyawa masyarakat termasuk pegawai BUMN yang terdampak, itu nyawa bukan sesuatu yang bisa dihitung-hitung," tuturnya.



Ia pun memastikan, seluruh perusahaan BUMN bakal tetap beroperasional semestinya.

"Perusahaan BUMN tetap berjalan," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, sepanjang banjir melanda Jabodetabek sejak 1Januari 2020 lalu, sejumlah operasi bank BUMN di kantor cabang terpaksa ditutup.

Seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang menutup 12 outletnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menutup 20 outletnya, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menutup 12 outletnya.



Simak Video "Erick: Jika Industri Pertahanan Mau Maju, Perlu Blueprint 10-15 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com