Ribut di Natuna, Hubungan Dagang RI-China Tetap Jalan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 07 Jan 2020 19:11 WIB
Foto: Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - China dan Indonesia sedang berpolemik soal batas perairan di wilayah Natuna. Pemicunya adalah kapal coast guard China yang mengawal kapal nelayan mereka di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna.

Apakah polemik ini mengganggu hubungan perdagangan Indonesia dengan China?

"Saya pikir jelas, kalau ada pelanggaran ditindak, perdagangan ya jalan gitu saja," ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Jerry menegaskan, persoalan Indonesia dengan China di perairan Natuna berjalan terpisah dengan hubungan perdagangan. Apalagi, China merupakan negara anggota blok dagang terbesar di Asia atau Regional Economic Comprehensive Partnership (RCEP), dan Indonesia ada di dalamnya.


"Perdagangan ya saya pikir itu sesuatu yang harus dijalankan sesuai prosedur, norma dan kesepakatan. se-simpel itu," tegas Jerry.

Sebagai informasi, China merupakan negara tujuan ekspor Indonesia. Namun, belum lama ini kapal-kapal nelayan China memasuki wilayah dalam ZEE Indonesia tanpa izin, dengan dikawal kapal cost guard mereka.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan protes diplomatik ke Pemerintah China dan memanggil Dubes China untuk Indonesia.

Ribut di Natuna, Hubungan Dagang RI-China Tetap Jalan




Simak Video "Blak-blakan Siasat Bakamla Hadapi Taktik China di Natuna Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)