Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Jan 2020 12:05 WIB

Erick Thohir Cerita Perombakan Bos BUMN Dipelototi Jokowi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan tidak terjadi lagi bongkar pasang direktur dan komisaris BUMN. Hal ini agar kinerja BUMN lebih stabil.

Maka dari itu, Erick mengatakan, perlu penilaian (review) terhadap direktur dan komisaris saat ini. Erick menjelaskan, BUMN mencatat keuntungan Rp 210 triliun yang 73% di antaranya merupakan kontribusi dari 15 BUMN. BUMN-BUMN ini menjadi prioritas utama Erick Thohir.

"Kan saya sudah selalu bilang dari Rp 210 triliun profit, kontribusi 15 BUMN adalah 73%-nya. Berarti yang 15 ini yang harus benar-benar dijaga. Bukan berarti yang lain tidak dijaga, ya harus dijaga, tapi kan hidup perlu prioritas," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).


Direktur dan komisaris 15 BUMN ini di-review melalui tim penilai akhir (TPA) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga BUMN punya kualitas yang lebih baik lagi. Namun, Erick tak merinci 15 BUMN yang dimaksud.

Erick melanjutkan, nama-nama direksi dan komisaris yang bakal dirombak dari 15 BUMN merupakan usulan dirinya dan diserahkan ke TPA.

"Untuk pergantian 15 BUMN itu selain BUMN punya assessment yang sudah punya jalan, sekarang review lagi supaya kualitas lebih tinggi lagi. Hasilnya kalau 15 besar ada TPA-nya supaya menteri terkait dan Pak Presiden bisa punya privilege tapi yang usulin tetap saya berdasarkan assessment dan nama-nama diajukan," jelasnya.

Sementara, untuk 127 BUMN penyumbang 27% keuntungan, penilaian direksi dan komisaris dilakukan Erick Thohir.

"Sisanya ada assessment-nya. Di luar 15 itu lebih ke saya," terangnya.



Simak Video "Erick Thohir: BUMN Akan Produksi 6 Juta Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com