Dianggap Terlalu Lunak Hadapi China di Natuna, Ini Kata Luhut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 10 Jan 2020 22:00 WIB
Foto: Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye-detikcom)
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi respons publik yang menyatakan bahwa dirinya dan pemerintah terkesan lunak dalam menghadapi masalah di Perairan Natuna dengan China.

Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tawar menawar soal batas teritori. Sebelumnya, Laut Natuna memanas karena kapal China dinilai memasuki teritori Indonesia di Natuna Utara tanpa izin.

"Apanya yang lunak, apanya kurang tegas? Kita nggak pernah mau ada negosiasi atas batas teritori kita," tegas Luhut ditemui di kantornya, Jumat (10/1/2020).


Meski mengaku tetap tegas, Luhut mengatakan pemerintah tidak ingin gegabah memakai kekerasan. Apalagi sampai asal melakukan penenggelaman kapal.

"Kita nggak usah bilang tenggelamin-tenggelamin, nggak perlu gitu-gituan, ngapain sih," ungkap Luhut.


Dia pun mengatakan sikap Presiden Joko Widodo juga tegas soal batas wilayah. Tidak ada kata tawar menawar, batas wilayah sesuai hukum internasional.

"Kan presiden jelas, sampai kapanpun kita nggak pernah mau bicara (negosiasi) soal batas wilayah. Batas wilayah ya sesuai hukum internasional," ungkap Luhut.

Simak Video "Luhut: KPK Ini Super Sakti, Tapi OTT Nggak Bikin Jera!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)