Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 12 Jan 2020 19:15 WIB

Pengusaha Taksir Total Kerugian Akibat Banjir Capai Rp 1 Triliun

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Bencana banjir yang terjadi awal tahun ini di sejumlah wilayah khususnya DKI Jakarta membuat sejumlah aktivitas bisnis lumpuh total. Hal itu menyebabkan kerugian bagi para pengusaha yang ditaksir mencapai Rp 1 triliun.

Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan banjir di awal tahun berdampak bagi pelaku usaha di semua sektor.

"Seperti ritel, restoran, pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, pengelola taxi, Grab dan Gojek," kata Sarman dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Sabtu (12/1/2020).


Berikut rincian kerugian dari masing-masing sektor:
1. Sektor Ritel
Ada 400 toko ritel diperkirakan tutup karena terkena dampak banjir. Jika satu toko memiliki pelanggan sekitar 100 orang, maka ada 40.000 jumlah pelanggan yang hilang. Kalau satu orang belanja Rp 250 ribu, maka kerugian diperkirakan mencapai Rp 10 miliar per hari.

Angka itu belum termasuk toko ritel yang ada di dalam mal dan pasar tradisional. Ada sekitar 82 Mal yang tutup dengan rata-rata jumlah pengunjung saat libur tahun baru mencapai 5000 orang. Jika satu orang belanja minimal Rp 200 ribu, maka transaksi mencapai Rp 82 miliar per hari. Namun akibat banjir terjadi penurunan pengunjung sekitar 50%, sehingga kerugian ditaksir Rp 41 miliar.

Sedangkan terdapat 28 pasar tradisional yang terkena imbas banjir. Akibat itu 7.000 ribu pedagang tidak bisa berjualan. Jika rata-rata penjualan sekitar Rp 500 ribu per pedagang, maka terjadi kerugian Rp 3,5 miliar.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
DRoofTalk
×
Gaduh Kerajaan Galuh
Gaduh Kerajaan Galuh Selengkapnya