Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Jan 2020 10:00 WIB

1.871 Keluhan Masuk YLKI di 2019, Ada Meikarta Hingga Jiwasraya

Soraya Novika - detikFinance
Ketua YLKI Tulus Abadi (Foto: Ari Saputra/detikcom) Ketua YLKI Tulus Abadi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima sebanyak 1.871 pengaduan sepanjang tahun 2019. Terdiri atas, aduan konsumen kolektif sebanyak 1308 kasus dan konsumen individual sebanyak 563 aduan.

Hasilnya, aduan terbanyak berasal dari sektor jasa keuangan yang jumlahnya mencapai 46,9% dari total aduan yang diterima YLKI sepanjang 2019.

Secara rinci YLKI mencatat, dari jumlah aduan konsumen tentang jasa keuangan, aduan mengenai masalah perbankan mencapai 106 kasus, pinjaman online 96 kasus, belanja online/uang elektronik 34 kasus, leasing 32 kasus, dan asuransi 21 kasus.

"Banyaknya jumlah aduan di sektor ini menjadi indikator bahwa OJK (Otoritas Jasa Keuangan) belum benar-benar hadir sebagai pelindung konsumen, pengawasan OJK masih lemah dan kurang efektif terhadap operator," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Kantor YLKI, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Aduan di sektor jasa keuangan setiap tahunnya adalah yang paling mendominasi dibandingkan sektor lainnya.

"Menarik dicermati adalah pengaduan produk jasa keuangan ini sejak 2012 menduduki rating yang sangat dominan dalam pengaduan di YLKI, selalu pada rating pertama," tambahnya.

Selain jasa keuangan, berikut kasus-kasus yang paling banyak dikeluhkan oleh konsumen sepanjang 2019 kemarin:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Listrik Padam, PLN Wajib Ganti Rugi?"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com