Jokowi Target Draft RUU 'Sapu Jagat' Beres Sebelum 100 Hari Kerja

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 15 Jan 2020 14:15 WIB
Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan penyusunan UU Omnibus Law cipta lapangan kerja dan perpajakan rampung sebelum 100 hari kerja pemerintahan kabinet Indonesia Maju. Hal itu diungkapkannya saat membuka rapat terbatas (ratas) mengenai UU omnibus law di kantor Presiden, Jakarta Pusat.

"Melanjutkan pembahasan mengenai omnibus law hari ini saya minta agar RUU-nya, naskahnya selesai dalam minggu ini yang pertama" kata Jokowi, Rabu (15/1/2020).

Jokowi pun menginstruksikan kepada seluruh kementerian/lembaga (K/L), sekaligus Kapolri, Kepala BIN, Jaksa Agung untuk membangun komunikasi satu arah, serta mampu mengkomunikasikan kepada organisasi yang terlibat ke depannya.

"Agar pendekatannya kepada organisasi-organisasi yang ada juga dilakukan sehingga berjalan paralel antara nanti pengajuan di DPR dan pendekatan-pendekatan dengan organisasi-organisasi yang ada," jelas Jokowi.


"Kita mentargetkan Omnibus Law ini selesai sebelum 100 hari kerja," tambahnya.

Jokowi menyampaikan bahwa target yang selesai sebelum 100 hari kerja juga dilengkapi dengan time frame yang jelas. Sehingga pembahasan mengenai UU yang dikenal dengan istilah 'sapu jagat' ini bisa diselesaikan dengan cepat. Sebab, UU omnibus law ini membuat Indonesia menjadi negara dengan ekosistem berusaha yang baik.

"Negara kita akan bisa menjadi pusat gravitasi ekonomi regional maupun global karena memiliki sebuah daya tarik yang semakin tinggi dalam sebuah ekosistem berusaha, ekosistem berinvestasi yang saya harapkan memiliki dampak yang besar bagi penciptaan lapangan kerja di negara kita," ungkap dia.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Demo di DPR Tak Patuhi Physical Distancing, KASBI: Ini di Luar Dugaan"
[Gambas:Video 20detik]